Warning: opendir(/home/omah2581/public_html/news9.id/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /home/omah2581/public_html/news9.id/wp-includes/load.php on line 981
Pagar Roboh Saat Final Karapan Sapi “Pakar Sakera”, Satu Penonton Tewas - News 9
BeritaPeristiwa

Pagar Roboh Saat Final Karapan Sapi “Pakar Sakera”, Satu Penonton Tewas

450
×

Pagar Roboh Saat Final Karapan Sapi “Pakar Sakera”, Satu Penonton Tewas

Sebarkan artikel ini
FOTO: Salah satu korban dalam peristiwa robohnya tembok pada final karapan sapi Piala Bupati Cup 2025. @by_News9.id
FOTO: Salah satu korban dalam peristiwa robohnya tembok pada final karapan sapi Piala Bupati Cup 2025. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Final lomba Karapan Sapi se-Madura bertajuk “Pakar Sakera” Piala Bupati Cup 2025 diwarnai tragedi.

Pagar pembatas sisi timur Lapangan Giling, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, roboh pada Minggu (22/6/2025) sore.

Peristiwa itu menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka.

Insiden terjadi sekitar pukul 17.20 WIB, saat pertandingan final berlangsung.

Ribuan penonton yang memadati area lapangan bahkan memanjat pagar tembok setinggi 4 meter yang berada di garis finish.

Meski panitia telah mengimbau agar tidak menaiki pagar, anjuran tersebut tidak diindahkan.

Akibatnya, pagar sepanjang 25 meter yang telah miring dan rapuh akibat usia tua, roboh dan menimpa penonton di bawahnya.

Berikut data korban berdasarkan informasi resmi:

1. Sueb (60), warga Desa Aeng Merah, Kecamatan Batuputih, Sumenep, mengalami sesak napas parah dan dinyatakan meninggal dunia di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep pada pukul 19.40 WIB.

2. Aldi (35), warga Batuputih Laok, mengalami sakit di bagian punggung, kini dirawat intensif di RSUD dr. H. Moh. Anwar.

3. Sudahnan (55), warga Desa Tenunan, Kecamatan Manding, mengalami luka robek di mata kaki kanan, juga sedang dalam perawatan di rumah sakit.

4. Ahmad Baidi (40), warga Desa Rajun, Kecamatan Pasongsongan, mengalami patah tulang paha kanan.

Korban sempat mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Pamolokan sebelum dirujuk ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Lomba Karapan Sapi dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari.

Antusiasme tinggi dari masyarakat membuat lapangan penuh sesak.

Saat babak final dimulai, banyak penonton mencari posisi terbaik dengan naik ke pagar pembatas sisi timur.

Kondisi tembok yang sudah miring sejak sebelum acara membuatnya tak mampu menahan beban berlebih.

Seketika, pagar tersebut ambruk dan menimpa korban di bawahnya.

Panitia dibantu aparat keamanan sigap mengevakuasi korban dan mengamankan lokasi.

Pihak kepolisian mengambil sejumlah langkah pascakejadian, di antaranya mengamankan lokasi kejadian, mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan dan mengatur arus penonton agar situasi tetap kondusif.

Selama acara berlangsung, tidak terjadi kericuhan. Namun, robohnya pagar tersebut menimbulkan pertanyaan publik terkait standar keamanan dan kesiapan infrastruktur penyelenggaraan even tradisional besar seperti Karapan Sapi.

Pagar tembok pembatas tersebut diketahui berbatasan langsung dengan Masjid Al-Muhajirin dan telah mengalami kemiringan sebelum acara dimulai.

Faktor usia bangunan dan kurangnya perawatan diduga menjadi penyebab utama runtuhnya struktur, diperparah oleh banyaknya penonton yang menaikinya. ***

Tinggalkan Balasan

2