BeritaDaerah

Pantura Rusak Parah, Warga Sumenep Teriakkan Ketidakpedulian Pemprov Jatim

386
FOTO: Kondisi kerusakan jalan Pantura yang berada di Desa Juruan Daya, Kecamatan Batu Putih, @by_News9.id
FOTO: Kondisi kerusakan jalan Pantura yang berada di Desa Juruan Daya, Kecamatan Batu Putih, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Warga di wilayah utara Kabupaten Sumenep kembali mengeluhkan kerusakan jalan Pantura yang berada di Desa Juruan Daya, Kecamatan Batu Putih, Jawa Timur.

Kondisi kerusakan jalan tersebut dinilai sangat memprihatinkan dan telah berlangsung selama lebih dari satu dekade tanpa penanganan serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Jalan yang menjadi penghubung vital antara Kecamatan Batang-Batang dan Batu Putih itu merupakan jalur provinsi, namun faktanya tidak menunjukkan standar jalan provinsi yang layak.

Aspal mengelupas, jalanan berlubang besar, dan genangan air saat hujan menjadikan akses tersebut nyaris tak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Jalan ini akses utama warga dari Pasar Legung di Batang-Batang ke Desa Badur dan Juruan Daya. Tapi sekarang, sudah tidak bisa dilalui karena rusaknya terlalu parah,” ungkap salah satu warga setempat, Kamis (19/6/2025).

Selain menjadi jalur ekonomi, jalan tersebut juga merupakan akses menuju kawasan wisata pantai seperti Pantai Galung dan Pantai Salopeng.

Jika kerusakan terus dibiarkan, warga khawatir perekonomian lokal akan lumpuh karena jalur distribusi barang dan akses wisata terganggu.

“Ada tiga titik kerusakan parah, tapi yang diperbaiki hanya satu titik saja. Itupun sudah bertahun-tahun lalu. Sampai sekarang belum ada perhatian dari Pemprov Jatim,” ujar kepada News9.id.

Warga lintas kecamatan seperti Batang-Batang, Batu Putih, hingga wilayah Pantura lainnya mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk segera melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurut mereka, jalan Pantura seharusnya menjadi prioritas karena menyangkut urat nadi ekonomi masyarakat desa.

“Jangan sampai warga pedesaan yang seharusnya dilayani, justru dibiarkan menanggung beban karena jalan provinsi yang diabaikan,” tegas salah satu tokoh masyarakat. ***

Exit mobile version