SUMENEP, NEWS9 – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mempercepat digitalisasi sistem pembayaran serta pemetaan potensi pajak dan retribusi daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Secara Non Tunai yang digelar di Aula Adirasa Lantai II Kantor Pemkab Sumenep, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan strategis itu dilaksanakan melalui Zoom Meeting bersama Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dan dihadiri Wakil Bupati Imam Hasyim, Kepala Bapenda Ferdiansyah Tetrajaya, Asisten I Sekdakab Didik Wahyudi, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil di lingkungan Pemkab Sumenep.
Dalam arahannya, Bupati Fauzi menegaskan seluruh OPD penghasil wajib memiliki target yang jelas dan realistis dalam mendongkrak PAD.
“Seluruh dinas yang memiliki potensi PAD harus segera memaparkan target yang bisa dicapai, baik tahun ini maupun tahun depan. Jadi target itu jangan hanya sekadar target,” tegasnya.
Menurutnya, langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan identifikasi dan pemetaan terhadap seluruh objek pajak dan retribusi daerah agar potensi penerimaan bisa dimaksimalkan.
“Yang pertama harus dilakukan adalah identifikasi dan pemetaan objek pajak serta retribusi secara lengkap di setiap OPD yang memiliki potensi pendapatan asli daerah,” ujarnya.
Bupati Fauzi juga menyoroti pentingnya kesiapan fiskal daerah guna menjaga stabilitas keuangan pemerintah di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan.
“PAD harus menyiapkan target aman agar 30 persen belanja pegawai bisa menyesuaikan dengan pendapatan asli daerah kita,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep tersebut meminta seluruh perangkat daerah lebih inovatif dalam menggali potensi pendapatan baru yang selama ini belum tersentuh optimalisasi.
“Kita harus mencari potensi yang belum pernah dimaksimalkan dan belum pernah dilakukan di daerah, tetapi berhasil diterapkan di daerah lain,” katanya.
Dalam forum tersebut, digitalisasi sistem pembayaran PAD menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Pemkab Sumenep menargetkan sistem pembayaran online dan pengawasan penerimaan daerah berbasis digital dapat diterapkan secara maksimal dan terintegrasi.
“Digitalisasi sistem pengumpulan sangat penting. Kita harus memperluas sistem pembayaran online supaya penerimaan PAD bisa dipantau secara real time,” jelas Bupati Fauzi.
Ia juga menilai integrasi data perpajakan dan perizinan menjadi langkah penting untuk meningkatkan transparansi sekaligus meminimalisir potensi kebocoran pendapatan daerah.
“Kalau kita bekerja tanpa data yang akurat, maka kita akan sulit membaca potensi sebenarnya. Karena itu integrasi data pajak dan perizinan harus diperkuat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya memastikan pihaknya siap menindaklanjuti arahan bupati dengan memperkuat koordinasi lintas OPD serta mempercepat transformasi digital dalam pelayanan pendapatan daerah. ***












