SUMENEP, NEWS9 – Dalam rangka menumbuhkembangkan pelaku UMKM di Sumenep, Pemerintah Kabupaten Sumenep melakukan kunjungan, sosialisasi dan pembinaan terhadap para pelaku UMKM baik yang bergerak di sektor produksi makanan dan minum maupun juga di bidang kerajinan.
Sektor UMKM merupakan sektor vital dalam rangka menumbuhkan ekonomi kreatif dan ekonomi kerakyatan sehingga perlu didorong untuk semakin maju sebagai lokomotif ekonomi suatu daerah.
Lain daripada itu, salah satu upaya tugas pemerintah kabupaten Sumenep untuk mensosialisasikan Perbup Nomor 67 Tahun 2025 Terkait Pelestarian Budaya Busana Keraton, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep Moh. Ramli turun langsung mengunjungi beberapa pelaku UMKM di Kabupaten Sumenep.
Tak luput dari kunjungannya, pada hari libur kedinasanpun Moh. Ramli mengunjungi salah satu pengrajin batik di Sumenep tepatnya berkunjung ke workshop DK Batik.
“Kunjungan ini bersifat kunjungan di luar jam dinas. Hal ini sengaja dilakukan sebagai ajang silaturrahmi sekaligus sosialisasi tentang Perbub Nomor 67 Tahun 2025. Dengan kunjungan semacam ini kami bisa melihat langsung keberadaan pelaku UMKM di Kabupaten Sumenep. Kebetulan hari ini berkunjung ke DK Batik, tepatnya di Kecamatan Rubaru. Semoga hal ini menjadi ajang silaturrahmi sekaligus sinergitas antara pemerintah dan masyarakat pelaku UMKM di Sumenep,” ujar Ramli dilokasi Sabtu (24/1).
Lahirnya Perbup 67 Tahun 2025 menurut Ramli adalah sebagai peluang usaha bagi para pelaku UMKM di Sumenep. Jadi siapapun para pelaku UMKM bebas dan bisa menangkap ini sebagai peluang usaha untuk meningkatkan taraf ekonominya.
“Jadi, silahkan seluruh masyarakat utamanya para pelaku UMKM di Sumenep terus berkreasi dan berinovasi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produknya sehingga bisa menembus pasar lokal dan nasional bahkan bisa ekspor ke pasar internasional” pungkasnya. ***













>