BeritaPemerintahan

PKDI Resmi Gantikan AKD: Babak Baru Kepemimpinan Desa di Sumenep Dimulai

695
×

PKDI Resmi Gantikan AKD: Babak Baru Kepemimpinan Desa di Sumenep Dimulai

Sebarkan artikel ini
Foto: H. Ubaid Abdul Hayat, Kepala Desa Pinggirpapas yang akrab disapa H. Obet sebagai Ketua PKDI Sumenep periode 2025–2028 secara aklamasi. @by_News9.id
Foto: H. Ubaid Abdul Hayat, Kepala Desa Pinggirpapas yang akrab disapa H. Obet sebagai Ketua PKDI Sumenep periode 2025–2028 secara aklamasi. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Sejarah baru tercipta di tubuh kepemimpinan desa Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub), Selasa 14 Mei 2025, Asosiasi Kepala Desa (AKD) resmi dibubarkan dan digantikan oleh organisasi baru bernama Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI).

Musdalub yang digelar di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep itu sekaligus menetapkan H. Ubaid Abdul Hayat, Kepala Desa Pinggirpapas yang akrab disapa H. Obet sebagai Ketua PKDI Sumenep periode 2025–2028 secara aklamasi.

Transformasi itu tidak sekadar soal perubahan nama organisasi, melainkan lahirnya semangat baru untuk memperkuat solidaritas, transparansi, dan sinergi antara para kepala desa dengan pemerintah daerah serta masyarakat.

“Ini bukan kemenangan pribadi, melainkan tanggung jawab kolektif untuk melahirkan gerakan kepala desa yang inklusif, terbuka, dan transformatif,” ujar H. Obet.

“PKDI adalah rumah bersama. Tempat kita tumbuh, belajar, dan saling menguatkan untuk memajukan desa,” tambah dalam sambutannya.

Musdalub tersebut dihadiri sejumlah tokoh strategis, di antaranya Kepala DPMD Sumenep Anwar Yusuf Sahroni, Kabid Pemerintahan Desa, seluruh Ketua AKD Kecamatan se-Kabupaten Sumenep.

Tanpak hadir Dewan Pembina AKD Ahmadi Yasid, S.H., M.H., yang turut menyatakan dukungan penuh atas kelahiran PKDI sebagai bentuk penyegaran organisasi yang lebih adaptif.

Dalam kepemimpinannya, H. Obet menawarkan visi kolaboratif.

Ia menekankan kepala desa kini dituntut menjadi aktor perubahan yang mampu membangun jejaring lintas sektor, baik dengan pemerintah, swasta, media, maupun LSM.

“Kami siap menjalin kemitraan yang lebih erat dengan semua elemen. Tata kelola pemerintahan desa harus transparan, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat,” tegas H. Obet.

Menurutnya, desa bukan lagi sekadar entitas administratif, melainkan pusat pembangunan.

Untuk itu, PKDI akan fokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia kepala desa melalui pelatihan, lokakarya, serta program inovasi desa berkelanjutan.

H. Obet juga menekankan pentingnya kaderisasi pemimpin desa.

“PKDI harus menjadi kawah candradimuka lahirnya generasi pemimpin desa masa depan yang berintegritas dan mampu menjawab tantangan zaman,” terangnya.

Di sisi lain, Kepala DPMD Sumenep, Anwar Yusuf Sahroni, menyampaikan apresiasi atas proses Musdalub yang berjalan lancar dan demokratis.

“Saya berharap PKDI ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan desa yang mandiri, modern, dan sejahtera,” tutupnya.

Dengan lahirnya PKDI, era baru kolaborasi dan kepemimpinan desa di Kabupaten Sumenep resmi dimulai.

Sebuah transformasi yang diharapkan mampu membawa desa menuju arah pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

>