BeritaHukrim

Proyek Tangkis Laut Rp200 Juta di Kangayan Diduga Diselewengkan

206
×

Proyek Tangkis Laut Rp200 Juta di Kangayan Diduga Diselewengkan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Reklamasi yang diduga ilegal di kawasan Pelabuhan Kayuaro, Desa Kangayan. @by_News9.id
FOTO: Reklamasi yang diduga ilegal di kawasan Pelabuhan Kayuaro, Desa Kangayan. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Proyek pembangunan tangkis laut di Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diduga kuat diselewengkan untuk kepentingan pribadi.

Anggaran daerah sebesar Rp200 juta yang mestinya diperuntukkan untuk fasilitas umum justru dialihkan menjadi pondasi gudang milik perseorangan.

Parahnya lagi, material berupa pasir dan batu gunung yang semestinya digunakan untuk proyek publik juga ditimbun demi kepentingan individu.

Bahkan, praktik reklamasi dan penimbunan dengan penyedotan pasir juga dilakukan tanpa izin resmi, menambah daftar dugaan pelanggaran yang merugikan publik.

Kasus itu terungkap setelah Muchlis Fajar, anggota LSM BIDIK Kecamatan Arjasa, melakukan pemantauan langsung di lokasi.

Dari hasil temuannya, proyek tangkis laut yang dibiayai Dana Pokir tahun 2025 itu beralih fungsi dan tidak memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Dana Pokir tahun 2025 sebesar Rp200 juta yang mestinya untuk pembangunan tangkis laut malah diduga dialihkan jadi proyek pribadi. Reklamasi yang dilakukan pun tanpa izin, ini jelas merugikan masyarakat,” tegas Muchlis, Senin (4/8/2025).

Muchlis juga menegaskan bahwa warga sekitar membenarkan adanya penyimpangan.

Menurut mereka, bangunan tersebut tidak berfungsi sebagai tangkis laut, melainkan dipakai untuk pembangunan gudang pribadi.

Atas temuannya, Muchlis resmi melaporkan dugaan penyimpangan tersebut ke Polsek Kangayan, Polres Sumenep.

Laporan itu teregistrasi dengan Nomor STPL/10/VIII/2025/Polsek Kangayan, Polres Sumenep pada Senin (4/8/2025) pukul 15.00 WIB.

Dalam laporannya, ia menuding Saifullah alias Bang Bulla sebagai pelaksana proyek sekaligus pihak yang melakukan reklamasi ilegal di kawasan Pelabuhan Kayuaro, Desa Kangayan.

Sementara itu, Saifullah alias Bang Bulla, saat dikonfirmasi tidak memberikan keterangan detail. Ia hanya meminta awak media untuk mendatangi lokasi proyek.

“Sampean kalau bisa, Saya tunggu di lokasi biar tak jelaskan semuax,” ujarnya singkat, Jumat (22/8/2025). ***

Tinggalkan Balasan