SUMENEP, NEWS9 – Sebuah video berdurasi 2 menit 30 detik mendadak viral dan memancing kemarahan publik.
Rekaman itu memperlihatkan betapa parahnya kerusakan jalan di Dusun Reng Perreng, Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep.
Kondisi jalan yang oleh warga dijuluki sebagai “jalan macan”, karena gelap, sempit, berlubang, dan terasa seperti jalur menuju bahaya.
Jalan tersebut tampak nyaris tidak layak dilalui, bahkan lubang menganga di berbagai titik, permukaan jalan licin dan tidak rata, dan minim penerangan.
Warga menyebut kerusakan tersebut bukan hanya persoalan setahun dua tahun, tetapi sudah berlangsung puluhan tahun tanpa ada tanda-tanda perbaikan.
“Pemerintah Desa Ke Mana Saja?” tanya kecewa seorang warga yang enggan disebut namanya, Minggu (16/11/2025).
“Kemana pemerintah desa saat masyarakat bertahun-tahun melihat kondisi seperti ini? Anggaran desa dan dana desa itu sebenarnya untuk apa? Kami sangat menyayangkan sikap kepala desa yang membiarkan jalan ini rusak seperti jalur menuju kandang macan,” tegasnya dengan nada geram.
Keluhan itu bukan satu-satunya. Warga lain mengaku mereka seolah hidup tanpa pemimpin, meski dana desa terus turun setiap tahun.
“Kondisinya menyeramkan. Jalan sempit, gelap, licin, dan penuh lubang. Salah sedikit bisa jatuh, nyawa taruhannya. Sudah lama kami tinggal di sini, tapi dari dulu begini terus,” ungkap warga lain.
Mereka menuding pemerintah desa bertahun-tahun tidak menunjukkan niat memperbaiki akses vital tersebut.
Bahkan, membandingkan kondisi Reng Perreng dengan banyak desa lain di Sumenep yang jalannya kini mulus beraspal.
“Mau salip kendaraan saja tidak bisa. Tidak ada lampu, tidak ada perbaikan. Kami merasa seperti tidak punya pemimpin. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa pemimpin desa kami,” ucap seorang warga dengan nada kecewa dan putus asa.
Kekecewaan warga memuncak hingga kini mereka berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep turun tangan langsung.
Menurut warga, pemerintah desa sudah gagal total menangani persoalan yang sudah berlarut-larut itu.
“Kami minta Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, sekali saja turun ke desa kami. Lihat sendiri betapa parahnya jalan di sini. Jangan tunggu ada korban jiwa baru diperbaiki,” jelasnya.
Warga menegaskan bahwa kerusakan jalan tersebut bukan hanya menyulitkan aktivitas harian, tetapi juga menjadi simbol ketimpangan pembangunan di wilayah mereka.
Kerusakan jalan yang sudah puluhan tahun dibiarkan itu juga mempertegas adanya jurang besar dalam pemerataan pembangunan di Kabupaten Sumenep.
Sementara itu, warga Reng Perreng kini menunggu tindakan nyata, bukan janji, agar akses transportasi mereka bisa kembali layak dan aman. ***












