BeritaRapat Internal

PW Pemuda Muhammadiyah Jatim Prioritaskan Pengkaderan dan Isu Lingkungan dalam Rapimwil 2025

150
×

PW Pemuda Muhammadiyah Jatim Prioritaskan Pengkaderan dan Isu Lingkungan dalam Rapimwil 2025

Sebarkan artikel ini
PW Pemuda Muhammadiyah Jatim Prioritaskan Pengkaderan dan Isu Lingkungan dalam Rapimwil 2025
FOTO: Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) yang digelar 10–11 Desember 2025 di Haris Hotel Gubeng, Surabaya. @by_News9.id

SURABAYA, NEWS9 – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur menegaskan dua fokus utama gerakan penguatan pengkaderan dan pengawalan isu lingkungan dalam Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) yang digelar 10–11 Desember 2025 di Haris Hotel Gubeng, Surabaya.

Rapimwil itu dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, serta Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur.

Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi dan penajaman program kerja PWPM untuk periode 2023–2027.

Ketua PWPM Jawa Timur, M. Zaki Nafiuzzaki, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengkaderan harus ditempatkan sebagai fondasi utama gerakan.

Menurutnya, perubahan sosial yang cepat menuntut kader memiliki ketangguhan karakter sekaligus kesiapan beradaptasi terhadap dinamika zaman.

“Konsolidasi pengkaderan bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi upaya membangun generasi pemimpin yang tangguh dan mampu bertumbuh. Pemuda Muhammadiyah harus memiliki kesiapan moral, intelektual, dan kompetensi yang relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.

Zaki juga menekankan pentingnya penguasaan ruang digital sebagai arena baru komunikasi publik dan advokasi sosial.

“Penguasaan digital bukan lagi tambahan, itu sudah menjadi kewajiban,” tegasnya.

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Najih Prasetyo, yang hadir memberikan arahan, menambahkan bahwa kader Muhammadiyah harus bersaing melalui penguasaan keterampilan baru, terutama kompetensi digital.

“Kader Muhammadiyah harus tangguh dan bertumbuh. Dan pertumbuhan itu membutuhkan penguasaan skill baru yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Selain pengkaderan, PWPM juga menempatkan isu lingkungan sebagai agenda strategis.

Zaki menyebut Jawa Timur menghadapi problem ekologis serius, mulai dari pengelolaan sampah hingga mitigasi perubahan iklim.

“Pemuda harus mengambil peran dalam mengawal isu lingkungan. Edukasi, advokasi, dan aksi komunitas harus terus diperkuat,” katanya.

Pembahasan Rapimwil dirumuskan melalui tiga komisi yaitu kaderisasi, lingkungan, dan program sosial-keumatan.

Hasil rumusan tersebut akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim sebagai rekomendasi arah gerak organisasi. ***

Tinggalkan Balasan

2