SAMPANG, NEWS9 – Upaya membangun budaya literasi yang tidak hanya berhenti pada aktivitas membaca, tetapi juga memahami dan mengolah makna bacaan, terus dilakukan oleh Komunitas RIMBA BACA di Sampang, Madura, Jawa Timur.
Komunitas ini menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemikiran kritis di kalangan mahasiswa lewat rangkaian kegiatan edukatif yang intensif dan berkelanjutan.
Sabtu (10/5/25) sore, komunitas yang digagas oleh sekelompok mahasiswa ini menggelar kegiatan bertajuk “Pra Sekolah Filsafat RIMBA BACA” di Alun-alun Trunojoyo Sampang.
Kegiatan dengan tema “Pengantar Ilmu Filsafat” ini diikuti oleh sedikitnya 25 mahasiswa dari berbagai kampus dan menghadirkan pemantik diskusi, Bung Rizky, seorang pemerhati filsafat dari Lumajang.
Faisol Amin, mahasiswa asal Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal, yang juga menjadi salah satu inisiator komunitas, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk mahasiswa.
Tujuannya, kata dia, adalah untuk membuka ruang reflektif bagi para peserta agar mampu mempertanyakan kembali keyakinan, pola pikir, dan potensi diri secara lebih mendalam.
“Yang paling berbahaya di dunia ini bukan kebodohan, melainkan keyakinan yang tidak pernah dipertanyakan,” ujar Faisol, mengutip salah satu pemikiran yang menjadi landasan kegiatan itu.
Menurutnya, pemahaman terhadap filsafat bukan hanya penting bagi kalangan akademisi, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin tumbuh menjadi pribadi yang bijak, terbuka, dan solutif dalam menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan ini juga menjadi pembuka menuju seminar berskala lebih luas yang tengah dipersiapkan oleh RIMBA BACA, bertemakan “Mengenal Lebih Dekat Ilmu Filsafat”.
Seminar tersebut diharapkan dapat menjangkau peserta dari berbagai latar belakang dan menjadi medium pembelajaran lintas disiplin.
Komunitas RIMBA BACA sendiri telah dikenal aktif dalam menggelar berbagai diskusi literasi, edukasi publik, hingga kajian kritis di ruang-ruang terbuka.
Langkah mereka menjadi contoh nyata bagaimana gerakan literasi bisa tumbuh dari akar rumput, dengan semangat kolaboratif dan pendekatan yang membumi. ***












