BeritaPemerintahan

Santunan Anak Yatim di Pabian, Tradisi Bermakna Perkuat Solidaritas Sosial

424
×

Santunan Anak Yatim di Pabian, Tradisi Bermakna Perkuat Solidaritas Sosial

Sebarkan artikel ini
Foto: Kepala Desa Pabian, Zulfikar Ali Mustakim, S.E., saay memberikan santunan kepada anak yatim, @by_News9.id
Foto: Kepala Desa Pabian, Zulfikar Ali Mustakim, S.E., saay memberikan santunan kepada anak yatim, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Tradisi penuh makna kembali digelar oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Pabian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Rabu (26/3/2025).

Sejak tahun 2020, pemdes Pabian rutin melaksanakan santunan bagi anak yatim.

Acara berlangsung di Aula Pendopo Ibnu Rasul, Balai Desa setempat, bertepatan dengan momen buka puasa bersama perangkat desa dan masyarakat.

Kepala Desa Pabian, Zulfikar Ali Mustakim, S.E., mengatakan kegiatan itu bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang terus dijaga.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yatim di desa ini mendapat perhatian. Ini bukan hanya soal berbagi materi, tapi juga tentang membangun empati dan kepedulian sosial,” ungkapnya.

Menariknya, pendanaan acara tersebut berasal dari kontribusi perangkat desa yang menyisihkan 2,5% penghasilan mereka.

Sebuah inisiatif yang membuktikan bahwa kepedulian bukan sekadar kata-kata, melainkan aksi nyata yang berakar dari semangat gotong royong.

Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri oleh perangkat desa, kader Posyandu, kader PKK, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan RT dan RW.

Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap sesama adalah tanggung jawab bersama.

Salah seorang warga yang hadir tak kuasa menahan haru.

“Ini bukan hanya sekadar bantuan, tetapi bukti bahwa anak-anak yatim di desa ini tidak sendiri. Mereka punya keluarga besar yang peduli,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Tidak hanya menjadi momen berbagi, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat.

Seusai acara santunan, warga dan perangkat desa duduk bersama menikmati hidangan buka puasa, menciptakan kehangatan dan memperkuat ikatan sosial.

Melihat dampak positif yang dirasakan masyarakat, Pemdes Pabian berharap program tersebut terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat.

“Kami ingin program ini tidak hanya terbatas pada Ramadan, tetapi bisa menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan,” pungkas Zulfikar.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang terus dijaga, Pemdes Pabian membuktikan bahwa berbagi bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang menghadirkan harapan dan cinta bagi mereka yang membutuhkan. ***

Tinggalkan Balasan

2