BeritaOpini

Seremoni Megah, Harapan Besar di Pundak Kapolres Baru Sumenep

198
×

Seremoni Megah, Harapan Besar di Pundak Kapolres Baru Sumenep

Sebarkan artikel ini
Seremoni Megah, Harapan Besar di Pundak Kapolres Baru Sumenep
FOTO: Penyambutan Kapolres Sumenep yang baru, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., dikemas megah, khidmat, penuh simbol kehormatan, @by_News9.id/TiktokPolresSumenep

OPININEWS9 – Siaran langsung TikTok akun Satbinmas Polres Sumenep, Kamis pagi, menyuguhkan sebuah adegan yang nyaris tanpa cela.

Penyambutan Kapolres Sumenep yang baru, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., dikemas megah, khidmat, penuh simbol kehormatan, dan sarat pesan visual tentang harapan besar institusi terhadap pemimpin barunya.

Barisan rapi, senyum terlatih, dan ritual kehormatan seolah ingin menegaskan satu narasi, Polres Sumenep baik-baik saja, siap berubah, dan optimisme sedang dipertontonkan ke ruang publik.

Sebuah pertunjukan yang sadar atau tidak menggiring persepsi bahwa ketegasan, pembenahan, dan keadilan tinggal menunggu waktu.

Namun masyarakat Sumenep bukan penonton yang mudah lupa. Di balik kemegahan seremoni itu, ada tumpukan persoalan hukum yang belum juga menemukan ujungnya.

Dari kasus narkoba di Masalembu yang terus berulang, ODGJ, Bank Jatim, mafia BBM solar subsidi yang seolah kebal sentuhan hukum, galian C yang berkali-kali dipersoalkan namun jarang dituntaskan, hingga berbagai kasus lain yang lebih sering terdengar di ruang obrolan publik ketimbang di meja penindakan.

Seremoni boleh megah, tapi ingatan masyarakat lebih panjang dari sekadar siaran langsung.

Justru di sinilah posisi AKBP Anang Hardiyanto menjadi sangat menentukan.

Sambutan luar biasa tersebut bukan semata penghormatan, melainkan juga beban ekspektasi.

Masyarakat tidak menuntut panggung yang lebih mewah, melainkan keberanian menabrak kebiasaan lama, ketegasan menindak tanpa pandang bulu, serta keadilan yang benar-benar bisa dirasakan, bukan sekadar disaksikan.

Sumenep tidak kekurangan simbol, tapi kering dari ketegasan yang konsisten. Jika kepemimpinan baru hanya berhenti pada kemasan citra dan seremoni internal, maka sambutan megah itu akan dikenang sebagai ironi bukan sebagai titik balik.

Pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat seberapa meriah penyambutan seorang Kapolres. Yang akan diingat publik adalah siapa yang berani menyentuh akar persoalan, menegakkan hukum tanpa kompromi, dan mengembalikan kepercayaan masyarakat yang lama tergerus.

Sambutan pagi itu semestinya bukan penutup, melainkan ujian awal. Dan masyarakat Sumenep akan menilai bukan dari apa yang ditampilkan, melainkan dari apa yang benar-benar dikerjakan.

Semoga kemegahan penyambutan pagi itu tidak menjadi akhir dari cerita, melainkan awal dari babak baru penegakan hukum di Sumenep.

Karena pada akhirnya, yang akan diingat publik bukanlah seberapa meriah sambutan seorang pemimpin, melainkan seberapa nyata dampak kepemimpinannya bagi rasa keadilan dan keamanan masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

>