SUMENEP, NEWS9 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep menggelar silaturahmi dan evaluasi organisasi dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-1 PKDI, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus dan anggota PKDI tersebut berlangsung di Basement Gedung Putih, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep.
Momentum tersebut menjadi ajang mempererat soliditas sekaligus mengevaluasi perjalanan organisasi selama satu tahun terakhir.
Ketua DPC PKDI Kabupaten Sumenep, H. Abdul Hayat, menegaskan bahwa PKDI bukan sekadar wadah silaturahmi para kepala desa, tetapi juga organisasi yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas, koordinasi, dan solidaritas antar-pemimpin desa.
“PKDI menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat persaudaraan, serta bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi desa,” ujar Ubaid panggilan akrabnya.
Menurutnya, kepala desa memiliki posisi penting sebagai ujung tombak pembangunan dari tingkat paling bawah.
Karena itu, kata Ubaid, setiap kepala desa dituntut memiliki pemahaman yang kuat terhadap regulasi, khususnya dalam pengelolaan keuangan desa.
Dia menekankan bahwa pengelolaan Dana Desa harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Desa saat ini menjadi ujung tombak pembangunan nasional. Oleh sebab itu, tata kelola pemerintahan desa harus terus diperkuat agar setiap program pembangunan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ubaid juga memastikan konsolidasi dan evaluasi organisasi akan terus dilakukan secara berkala guna memperkuat sinergi seluruh anggota PKDI di Kabupaten Sumenep.
Dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong, ia berharap PKDI Sumenep terus menjadi mitra strategis dalam mendorong pemerintahan desa yang profesional, responsif, serta mampu mengembangkan potensi lokal demi terwujudnya desa yang mandiri dan berkelanjutan.
“Semoga PKDI Sumenep terus berkontribusi dalam memperkuat pemerintahan desa, mengembangkan potensi lokal, dan mewujudkan kemandirian desa secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Khairil)









