SUMENEP, NEWS9 – RSUD Abuya Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan.
Bukan soal pelayanan kesehatan, tapi kali ini lantaran kasus serius yang mencoreng citra lembaga tersebut.
Tiga orang diamankan aparat gabungan karena diduga mengonsumsi narkotika jenis sabu di lingkungan rumah sakit pada Selasa (24/6/2025).
Penangkapan dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB oleh pihak Polsek Arjasa bersama Koramil Kangean, tepatnya di ruang keamanan (security) RSUD Abuya.
Menurut sumber internal kepolisian, tiga orang yang diamankan berinisial F, D, dan R salah satu dari mereka adalah petugas keamanan di RSUD Abuya, sedangkan dua lainnya diduga merupakan mahasiswa.
“Iya benar mas, penangkapan tersebut dilakukan di areal RSUD Abuya, tepatnya di ruang security. Inisial F, D, dan R, mereka satu security dan dua lainnya diduga mahasiswa,” kata salah satu aparat kepada kontributor News9.id, Jumat (27/6/2025).
Peristiwa itu memantik reaksi keras dari masyarakat khususnya Aliansi warga Kangean bahkan mendesak agar Direktur RSUD Abuya dicopot dari jabatannya.
Mereka menilai manajemen rumah sakit telah gagal dalam melakukan seleksi karyawan, yang justru membuka celah bagi aktivitas yang merusak nama baik institusi.
“Maka dari itu, kami dari Aliansi Masyarakat mendesak agar Direktur RSUD Abuya segera dicopot. Proses rekrutmen karyawan di rumah sakit ini jauh dari kata selektif. Kalau ini dibiarkan, RSUD Abuya justru jadi ancaman, bukan pelindung masyarakat,” tegas salah satu perwakilan aliansi.
Selain berdampak pada citra rumah sakit, kasus tersebut juga menambah catatan hitam RSUD Abuya, yang sebelumnya sudah beberapa kali disorot akibat persoalan fasilitas dan pelayanan.
Sebagai institusi pelayanan publik di bidang kesehatan, rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang aman, steril dari segala bentuk pelanggaran hukum, apalagi narkotika.
Dengan munculnya kasus tersebut, kredibilitas RSUD Abuya dipertaruhkan. Apakah masih pantas menjadi pusat layanan kesehatan rujukan di wilayah kepulauan?
Kini masyarakat menunggu langkah tegas dari pihak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Apakah RSUD Abuya akan dibenahi atau justru dibiarkan menjadi “gerbong gelap” yang menjauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan kesehatan? ***













>