BeritaPeristiwa

Tergenang Banjir, Petani Sumekar Bergerak Cepat Bantu Saudara Seperjuangan

380
×

Tergenang Banjir, Petani Sumekar Bergerak Cepat Bantu Saudara Seperjuangan

Sebarkan artikel ini
Foto: Sejumlah pengurus Paguyuban Petani Sumekar bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), tokoh masyarakat, pengurus GP Ansor, serta Gapoktan. @by_News9.id
Foto: Sejumlah pengurus Paguyuban Petani Sumekar bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), tokoh masyarakat, pengurus GP Ansor, serta Gapoktan. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama petani, sejumlah pengurus Paguyuban Petani Sumekar bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), tokoh masyarakat, pengurus GP Ansor, serta Gapoktan dari Desa Montorna dan Prancak, melakukan kunjungan ke wilayah terdampak banjir pada Sabtu (10/5/2025).

Banjir tersebut terjadi akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi selama lebih dari dua jam, menyebabkan luapan sungai dari hulu Gunung Payudan yang menggenangi sejumlah lahan pertanian milik petani di dua desa tersebut.

Munhari, Wakil Ketua Paguyuban Petani Sumekar, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut dilakukan tidak hanya untuk melihat kondisi di lapangan, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan koordinasi antarpetani.

“Begitu mendengar kabar banjir, kami langsung berkoordinasi dengan semua pihak. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara petani yang sedang mengalami musibah. Apalagi, tembakau yang baru ditanam kini terendam banjir,” ujarnya.

Dari laporan serta pantauan di lapangan dan beberapa video yang beredar, terlihat sejumlah sawah yang tergenang air akibat luapan sungai, menyebabkan potensi kerugian bagi petani yang baru saja memulai musim tanam.

Setelah meninjau langsung kondisi lahan yang terdampak, rombongan Paguyuban Petani Sumekar bersama Korluh Pasongsongan segera menggelar diskusi darurat.

Mereka berencana melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada Bupati Sumenep.

“Kami akan mengusulkan bantuan, baik berupa ganti rugi maupun dalam bentuk bibit dan pupuk. Kami yakin pemerintah daerah akan merespons dengan cepat,” imbuh Munhari.

Pihak Paguyuban juga berkomitmen untuk terus mendorong penguatan kelompok tani di Sumenep agar lebih mandiri dan tangguh dalam menghadapi situasi-situasi darurat seperti itu. ***

Tinggalkan Balasan

>