BeritaHukrim

Terseret Kasus Dugaan Penganiayaan, Oknum Kapus Dilaporkan ke Polisi

245
×

Terseret Kasus Dugaan Penganiayaan, Oknum Kapus Dilaporkan ke Polisi

Sebarkan artikel ini
Terseret Kasus Dugaan Penganiayaan, Oknum Kapus Dilaporkan ke Polisi
FOTO: Seorang perempuan berinisial L (32/tengah), yang diduga dianiaya oknum Kapus. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Seorang oknum Kepala Puskesmas (Kapus) aktif berinisial M (51) dilaporkan ke Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur.

M dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial L (32), yang disebut sebagai mantan selingkuhannya.

Laporan resmi telah diterima oleh Polres Sumenep dengan nomor: LP/B/65/III/2026/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR, pada Selasa (3/3/2026) dini hari.

Peristiwa dugaan kekerasan itu terjadi di rumah kontrakan korban di salah satu perumahan tidak jauh dari pusat Kota Sumenep.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami patah tulang jari kelingking tangan kanan, disertai pusing dan pembengkakan serius pada bagian tangan yang cedera.

Menurut pengakuan L, aksi kekerasan itu bukan kali pertama terjadi. Namun kejadian pada Kamis, 26 Februari 2026, disebut sebagai yang paling brutal.

“Sebelumnya hanya cekcok lewat handphone. Lalu dia datang ke rumah kontrakan, langsung menampar pipi kiri saya. HP saya dirampas dan dibanting sampai rusak. Tangan saya dipegang lalu dihempaskan ke kusen pintu. Saya akhirnya kabur ke rumah Pak RT untuk minta pertolongan,” ungkap L.

Tidak berhenti di situ, korban kemudian menjalani pemeriksaan medis di RSUD Moh. Anwar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, korban disarankan menjalani tindakan operasi akibat patah tulang yang dialaminya.

Kasus tersebut sontak menjadi perhatian publik. Pasalnya, terlapor merupakan pejabat kesehatan yang masih aktif memimpin salah satu puskesmas di Kabupaten Sumenep.

Dugaan tindak kekerasan tersebut dinilai mencoreng integritas profesi tenaga kesehatan yang semestinya mengedepankan etika, empati, dan perlindungan terhadap sesama.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, M membantah keras tuduhan tersebut.

“Saya tidak menganiaya, mas. Saya hanya menangkis,” dalihnya singkat. ***

Tinggalkan Balasan

>