SUMENEP, NEWS9 – Dugaan hilangnya uang tabungan siswa di SDN Talang III, Kabupaten Sumenep, memicu kemarahan para orang tua, Selasa (30/6/2026).
Pasalnya, dana yang selama ini ditabung oleh para siswa seharusnya dicairkan pada 19 Juni 2026.
Namun, sejumlah wali murid justru pulang dengan tangan hampa karena tabungan anak mereka belum dapat dicairkan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah tabungan milik siswa kelas III yang hingga kini belum diterima.
Kondisi tersebut membuat para orang tua mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan.
Menurut keterangan wali murid, pihak sekolah melalui kepala sekolah menyampaikan bahwa uang tabungan siswa kelas III diduga hilang.
Informasi tersebut disebut berasal dari laporan wali kelas berinisial J, yang selama ini memegang dan mengelola uang tabungan siswa.
Sebab itu, kekecewaan orang tua pun memuncak.
Sehari setelah jadwal pencairan, tepatnya pada 20 Juni, sejumlah wali murid kembali mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi sekaligus pertanggungjawaban dari wali kelas yang diduga memegang dana tabungan tersebut.
Namun, pertemuan itu belum menghasilkan penyelesaian yang memuaskan.
Karena belum ada kepastian pengembalian dana, para wali murid akhirnya meminta dibuatkan surat pernyataan kesanggupan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Dalam surat itu disepakati batas waktu penyelesaian hingga 1 Juli 2026, disertai konsekuensi sebagaimana tertuang dalam isi pernyataan.
Salah seorang wali murid, Bambang, menegaskan bahwa pihaknya akan menghormati kesepakatan tersebut.
Namun, kata Bambang, apabila hingga tenggat waktu yang telah disepakati tidak ada penyelesaian, para wali murid siap menempuh jalur hukum.
“Kami masih menghargai isi surat pernyataan yang telah dibuat. Tetapi jika sampai batas waktu yang disepakati uang tabungan anak-anak tidak juga dikembalikan, kami akan melangkah sesuai kesepakatan yang tertulis dan melaporkan oknum guru berinisial J, yang merupakan ASN, ke aparat penegak hukum atas dugaan penggelapan uang tabungan siswa,” tegas Bambang. ***
Sementara kasus tersebut kini menjadi perhatian wali murid karena menyangkut dana milik siswa yang dihimpun di lingkungan sekolah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak guru berinisial J belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Redaksi News9 juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak sekolah dan instansi terkait agar pemberitaan tetap berimbang. ***












