BeritaDaerah

Unitomo Gagas Desa Mandiri dengan Tiga Komoditas Unggulan

237
×

Unitomo Gagas Desa Mandiri dengan Tiga Komoditas Unggulan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Kelompok KKN Mahasiswa dari Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya. @by_News9.id
FOTO: Kelompok KKN Mahasiswa dari Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya. @by_News9.id

PROBOLINGGO, NEWS9 – Mahasiswa Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya yang tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jatiurip, Kecamatan Krejangan, Kabupaten Probolinggo.

Kolaborasi itu difokuskan pada pengembangan ekonomi desa berbasis perikanan dan pertanian berkelanjutan.

Tiga sektor utama menjadi sasaran, yakni budidaya ikan lele, pemeliharaan ayam petelur, dan perawatan tanaman kelengkeng.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kapasitas warga dalam mengelola potensi lokal.

Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama Kepala Desa Jatiurip Mohammad Hendrik, pengurus BUMDes, serta warga setempat, Senin (18/8/2025).

Dalam diskusi yang dipimpin mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan dan Agribisnis itu, dibahas teknis pengelolaan di masing-masing sektor.

Di bidang perikanan, fokus pembahasan mencakup manajemen kualitas air, pakan, hingga pengendalian penyakit lele.

Pada peternakan, mahasiswa memberikan edukasi tentang perawatan ayam petelur, mulai dari pola pemberian pakan, kebersihan kandang, hingga manajemen produksi telur.

Sementara di sektor pertanian, warga mendapat pendampingan mengenai pemangkasan, pemupukan, dan pengendalian hama organik pada tanaman kelengkeng.

Tidak hanya diskusi, mahasiswa langsung menggelar praktik lapangan dengan menebar bibit lele di kolam milik BUMDes yang diberi nama “Kolam Harapan”.

Kolam tersebut dijadikan simbol semangat baru bagi desa dalam membangun kemandirian ekonomi.

“Kami tidak hanya berhenti di tahap wacana. Hari ini mahasiswa langsung terlibat dalam praktik lapangan, termasuk edukasi teknis kepada warga,” ujar M. Lawdy Dhiyaa Vansya, S.ST., M.T., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Unitomo.

Kepala Desa Jatiurip, Mohammad Hendrik, menyambut baik inisiatif mahasiswa yang dinilainya memberikan dampak nyata.

“Kolaborasi ini sangat kami apresiasi. Semoga lele, ayam petelur, dan kelengkeng bisa menjadi komoditas unggulan Jatiurip yang menopang ekonomi warga,” ungkapnya.

Ketiga sektor itu diyakini saling melengkapi untuk menciptakan sumber pendapatan alternatif, sekaligus memperkuat BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi produktif.

Dengan pendampingan berkelanjutan, Desa Jatiurip menargetkan hasil produksi tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menembus pasar regional. ***

Tinggalkan Balasan

2