BeritaPeristiwa

Warga di Sampang Keluhkan Saluran Tersumbat, Sawah Terendam dan Akses Jalan Terputus

110
×

Warga di Sampang Keluhkan Saluran Tersumbat, Sawah Terendam dan Akses Jalan Terputus

Sebarkan artikel ini
Warga Sampang Keluhkan Saluran Tersumbat, Sawah Terendam dan Akses Jalan Terputus
FOTO: Kondisi Kali/Saluran air di perbatasan Desa Panggung dan Paseyan Kecamatan Sampang. Rabu (12/11). @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Warga Dusun Lembung, Desa Pasean, Kecamatan/Kabupaten Sampang, mengeluhkan tersumbatnya saluran air di perbatasan antara Desa Panggung dan Desa Pasean.

Akibatnya, aliran air hujan tidak mengalir dengan lancar dan menyebabkan genangan yang meluas hingga menutup akses jalan serta merendam area persawahan warga.

Salah satu warga setempat menuturkan, air hujan yang berasal dari utara wilayah Desa Panggung seharusnya mengalir ke saluran utama.

Namun, saluran tersebut kini dangkal dan tersumbat oleh tumpukan tanah serta batang bambu. Kondisi itu menyebabkan air meluap ke jalan dan menggenangi lahan pertanian di sekitar area tersebut.

“Setiap kali kami menabur benih, selalu hanyut karena air yang meluap. Kami jelas dirugikan,” ujar salah seorang warga kepada awak media, Rabu (12/11).

“Pemerintah pusat sedang gencar mendorong program ketahanan pangan, tapi di daerah kami, dukungan untuk itu terasa kurang,” tambahnya dengan nada kecewa.

Genangan air yang terjadi bukan hanya menghambat aktivitas pertanian, tetapi juga memutus akses transportasi warga antar dusun.

Beberapa kendaraan roda dua dilaporkan sulit melintas karena jalan tergenang dan berlumpur.

Warga berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan normalisasi saluran air agar tidak terjadi kerugian yang lebih besar.

Mereka menilai persoalan ini seharusnya menjadi perhatian serius, mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu lumbung pangan di Kecamatan Pasean.

“Kami hanya berharap pemerintah segera memperbaiki saluran air yang tersumbat. Kalau terus dibiarkan, kerugian petani akan semakin besar,” kata warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun Dinas Pekerjaan Umum terkait langkah penanganan persoalan tersebut. ***

Tinggalkan Balasan