Pelatihan Membatik: Langkah Nyata Lensa Madura Jaga Identitas Budaya Nusantara

- Editorial Team

Minggu, 8 Desember 2024 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Media Lensa Madura, bekerja sama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Esensi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA), saat menggelar pelatihan membatik, @by_News9.id

Foto: Media Lensa Madura, bekerja sama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Esensi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA), saat menggelar pelatihan membatik, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Media Lensa Madura, bekerja sama dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Esensi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA), menggelar kegiatan pelatihan membatik untuk generasi milenial sebagai langkah konkret melestarikan batik lokal khas Sumenep, Madura.

Acara yang berlangsung pada 7-8 Desember 2024 ini juga dirangkaikan dengan Diklat Jurnalistik bertema “Generasi Milenial, Masa Depan Indonesia Emas 2045“.

Bertempat di Kampus STITA dan Wirausaha Muda Sumenep (WMS), kegiatan ini diikuti oleh 34 peserta dari kalangan Gen Z dan milenial.

Para peserta belajar langsung proses membatik mulai dari mendesain pola, mencanting, pewarnaan, hingga pelorotan malam.

Baca Juga:  Festival Tete Masa, Wujud Cinta Tradisi dan Motor Ekonomi Desa

Desain-desain yang dibuat pun sarat dengan kearifan lokal, seperti motif keris dan kerapan sapi yang menjadi ciri khas budaya Madura.

“Alhamdulillah, meskipun masih agak kaku, saya senang mendapat pengalaman baru ini,” ujar Aulia Safitri, peserta asal Sepanjang, Kepulauan Sapeken, yang mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan membatik, Sabtu (7/12/2024).

Direktur Utama Lensa Madura, Abd Muksidyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga memberikan peluang ekonomi kepada generasi muda.

“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya belajar, tetapi juga mampu memanfaatkan keterampilan membatik ini untuk menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan,” ungkap Muksidyanto.

Ia juga berterima kasih kepada para sponsor, seperti SKK Migas, KKKS Kangean Energy Indonesia (KEI), Petronas, Husky Cnooc Madura Limited (HCML), Medco Energy, Pertamina EP, dan Pelindo, yang selalu mendukung program pengembangan sumber daya manusia di Sumenep.

Baca Juga:  Direktur Klinik Pratama Bunda Maharani Husnul Maulidi Ucapkan Selamat Hari Jadi Sampang Ke 401

Muksidyanto menambahkan bahwa batik adalah identitas budaya yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak 2009.

“Setiap daerah, termasuk Sumenep, memiliki ciri khas batik yang menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa. Oleh karena itu, melestarikan batik adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Selain itu, melalui pelatihan tersebut diharapkan generasi milenial dapat memahami nilai-nilai intrinsik dalam seni batik tulis, sekaligus meningkatkan daya saing pengrajin lokal.

“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya mengedukasi generasi muda, tetapi juga memacu kreativitas mereka untuk menciptakan peluang usaha baru yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat daerah,” tambahnya.

Dengan semangat kolaborasi dan pelestarian budaya, kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menjaga batik sebagai warisan bangsa sekaligus membuka jalan bagi pengembangan ekonomi lokal. ***

Baca Juga:  Temukan 35 Kg Sabu di Laut Masalembu, Ketua Umum LSM BIDIK Apresiasi Aksi Sigap Babinsa
Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rembug Keroncong Nasional 2026 di Semarang, Rajut Komunitas Perkuat Ekosistem Menuju Masa Depan Keroncong Indonesia
MEC 2026 Siap Digelar, Puluhan Peserta Bawa Kreasi Keraton Sumenep
Festival Tong Tong se-Madura 2026 Siap Guncang Jalanan Kota Sumenep
PSHT Pusat Madiun Peringati HUT ke-104, Teguhkan Nilai Persaudaraan dan Pengabdian kepada Masyarakat
Spektakuler Pemuda Tambelangan Bersatu Sukses Gelar TFC ke 6 
Jadi Panggung Kolaborasi Budaya Jawa Timur, 12 Daerah Tampilkan Kesenian Unggulan di MCF 2026
Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu
Doa Sang Proklamator 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Merawat Nasionalisme
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Rembug Keroncong Nasional 2026 di Semarang, Rajut Komunitas Perkuat Ekosistem Menuju Masa Depan Keroncong Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 - 14:53 WIB

MEC 2026 Siap Digelar, Puluhan Peserta Bawa Kreasi Keraton Sumenep

Sabtu, 5 September 2026 - 15:11 WIB

Festival Tong Tong se-Madura 2026 Siap Guncang Jalanan Kota Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 20:41 WIB

PSHT Pusat Madiun Peringati HUT ke-104, Teguhkan Nilai Persaudaraan dan Pengabdian kepada Masyarakat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Spektakuler Pemuda Tambelangan Bersatu Sukses Gelar TFC ke 6 

Berita Terbaru