Inovasi Baru di Sumenep: EATORE, Sistem Pelaporan Kematian Berbasis Digital

- Editorial Team

Rabu, 18 Desember 2024 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep saat meluncurkan aplikasi EATORE, @by_News9.id

Foto: Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep saat meluncurkan aplikasi EATORE, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep meluncurkan inovasi baru berupa aplikasi Elektronik Mortality Report (EATORE), sebuah sistem pelaporan peristiwa kematian berbasis web.

Aplikasi ini secara resmi diluncurkan oleh Wakil Bupati Sumenep pada Minggu (15/12/2024).

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Siti Hairiyah, menjelaskan bahwa aplikasi EATORE dirancang untuk memberikan kemudahan dalam pelaporan data kematian secara online yang terintegrasi dengan situs resmi Dinkes P2KB Sumenep.

“Melalui aplikasi EATORE, kami dapat mengakurasi data kematian peserta BPJS dengan lebih tepat,” ujar Siti Hairiyah pada Senin (16/12/2024).

Masyarakat yang tidak menggunakan BPJS Kesehatan, tetapi berobat secara mandiri, juga dapat melaporkan data kematian melalui aplikasi tersebut.

Baca Juga:  Pertama Kerja, Wabup Sumenep KH. Imam Hasyim Sambangi Berbagai Divisi Pemerintahan

Untuk memastikan masyarakat memahami penggunaan aplikasi EATORE, Dinkes P2KB aktif melakukan sosialisasi dengan melibatkan berbagai pihak, seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Dengan adanya EATORE, jika ada peserta BPJS yang telah meninggal dunia, data tersebut akan secara otomatis dicatat dan kepesertaannya di BPJS Kesehatan akan dinonaktifkan,” jelas Siti Hairiyah.

Selain itu, setiap peserta BPJS yang telah meninggal akan menerima sertifikat sebagai bukti resmi kematian dari sistem tersebut.

“EATORE diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas pelaporan peristiwa kematian di Kabupaten Sumenep,” terangnya.

Hal ini dinilai penting untuk mendukung akurasi data kependudukan dan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

“Dengan aplikasi ini, pengelolaan data kematian menjadi lebih terorganisasi dan transparan. Harapannya, ini menjadi langkah besar dalam optimalisasi pelayanan publik di bidang kesehatan,” pungkas Siti Hairiyah. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mutasi Kapolri, 8 Perwira dari BNN Masuk Jabatan Strategis Polri
Reshuffle Besar Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Kapolri hingga Menko Berganti
Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Tekankan Persatuan dan Peran Generasi Muda
Mengenal Sosok Pencetus Ide “Hari Sales Sedunia” Asal Kota Keris
DPR Janji RUU Perampasan Aset Rampung 15 Desember 2026, Siap Mundur Jika Gagal
SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Mutasi Kapolri, 8 Perwira dari BNN Masuk Jabatan Strategis Polri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Reshuffle Besar Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Kapolri hingga Menko Berganti

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Tekankan Persatuan dan Peran Generasi Muda

Minggu, 27 September 2026 - 09:48 WIB

Mengenal Sosok Pencetus Ide “Hari Sales Sedunia” Asal Kota Keris

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:33 WIB

DPR Janji RUU Perampasan Aset Rampung 15 Desember 2026, Siap Mundur Jika Gagal

Berita Terbaru