APPI Jatim Imbau Petani Lumajang Lebih Selektif Memilih Pupuk di Tengah Penurunan Alokasi Subsidi

- Editorial Team

Sabtu, 4 Januari 2025 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Macam jenis pupuk yang ada dipasaran, @by_News9.id

Foto: Macam jenis pupuk yang ada dipasaran, @by_News9.id

LUMAJANG, News9 – Alokasi pupuk subsidi untuk petani Kabupaten Lumajang pada tahun 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang menunjukkan alokasi pupuk urea turun 3.107 ton dan NPK turun 1.953 ton. Sebaliknya, pupuk organik justru mengalami kenaikan sebesar 462 ton.

Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jawa Timur, Iskhak Subagio, mengingatkan petani untuk lebih cermat dan teliti dalam memilih pupuk, terutama dengan beragam merek yang tersedia di pasaran.

Ia menjelaskan bahwa pupuk resmi harus memiliki nomor registrasi dari Departemen Pertanian (Deptan) Republik Indonesia yang tertera pada kemasannya.

“Nomor registrasi pada pupuk resmi terdiri dari kode jenis pupuk, bulan, tahun, dan nomor urut pendaftaran. Sebagai contoh, 01/01/2021/655 berarti pupuk anorganik yang terdaftar pada Januari 2021 dengan nomor urut 655,” ujar Iskhak.

Ia juga menjelaskan klasifikasi kode pada pupuk, Kode 01: Pupuk anorganik, Kode 02: Pupuk organik, Kode 03: Dekomposer dan Kode 04: Dolomit.

“Petani harus memeriksa apakah kode tersebut sesuai dengan yang tertera pada kemasan dan memastikan pupuk memiliki izin edar dari Kementerian Perdagangan dengan masa edar lima tahun,” tambahnya.

Selain itu, Iskhak mendorong petani untuk mulai beralih ke pupuk alami yang dapat dibuat sendiri dari bahan seperti dedaunan atau kotoran hewan.

Baca Juga:  Gelora Dukungan untuk Indah-Yudha Memuncak di Stadion Semeru

Menurutnya, pertanian ramah lingkungan tidak hanya menjaga kesuburan tanah, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

Turunnya Alokasi Pupuk Subsidi Penurunan alokasi pupuk subsidi menjadi tantangan besar bagi petani di Lumajang.

Baca Juga:  Palu Hakim Diuji: Korban Amukan ODGJ Terancam Jadi Terpidana

Pada tahun 2024, alokasi pupuk urea mencapai 31.384 ton, sementara pada 2025 turun menjadi 28.277 ton. Untuk NPK, alokasi sebelumnya sebesar 29.206 ton kini hanya 27.253 ton.

Adapun alokasi pupuk organik meningkat dari 3.029 ton menjadi 3.491 ton.

Sebagai solusi atas penurunan alokasi tersebut, APPI Jawa Timur merekomendasikan penggunaan pupuk alternatif untuk menutupi kebutuhan yang tidak terpenuhi.

Baca Juga:  Kejari Sumenep Jangan Ragu, Loyalis Buya Said: Usut Tuntas Dugaan Korupsi BSPS

Iskhak juga menekankan pentingnya peningkatan kesadaran petani terhadap pertanian organik sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan.

“Petani harus kembali pada praktik pertanian yang ramah lingkungan. Dengan pupuk alami, tidak hanya tanah yang terjaga, tetapi juga biaya produksi bisa ditekan,” tegas Iskhak.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, asosiasi petani, dan petani untuk menghadapi penurunan alokasi subsidi ini.

Selain itu, edukasi mengenai ciri pupuk resmi dan cara membuat pupuk alami diharapkan dapat membantu petani memanfaatkan sumber daya yang ada dengan lebih efektif. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mutasi Kapolri, 8 Perwira dari BNN Masuk Jabatan Strategis Polri
Reshuffle Besar Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Kapolri hingga Menko Berganti
Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Tekankan Persatuan dan Peran Generasi Muda
Mengenal Sosok Pencetus Ide “Hari Sales Sedunia” Asal Kota Keris
DPR Janji RUU Perampasan Aset Rampung 15 Desember 2026, Siap Mundur Jika Gagal
SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Mutasi Kapolri, 8 Perwira dari BNN Masuk Jabatan Strategis Polri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Reshuffle Besar Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Kapolri hingga Menko Berganti

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Tekankan Persatuan dan Peran Generasi Muda

Minggu, 27 September 2026 - 09:48 WIB

Mengenal Sosok Pencetus Ide “Hari Sales Sedunia” Asal Kota Keris

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:33 WIB

DPR Janji RUU Perampasan Aset Rampung 15 Desember 2026, Siap Mundur Jika Gagal

Berita Terbaru

FOTO: Kepala Puskesmas Robatal, Benny Irawan, saat digiring ke Polres Sampang. @by_News9.id

Headline

Kapus Robatal Digiring ke Polres Sampang Usai Penggerebekan

Kamis, 8 Okt 2026 - 20:06 WIB