Kelangkaan LPG 3 Kg di Kepulauan Sumenep, Warga Terpaksa Beralih ke Kayu Bakar

- Redaktur

Rabu, 19 Februari 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: (Ilustrasi) Kelangkaan gas liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram. @by_News9.id

Foto: (Ilustrasi) Kelangkaan gas liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kelangkaan gas liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram terus melanda berbagai daerah, terutama di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura.

Situasi ini menimbulkan keresahan mendalam bagi masyarakat, khususnya kalangan ekonomi bawah yang sangat bergantung pada gas subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

Zirzin Khurairah, seorang warga Kepulauan Kangean sekaligus pemilik pangkalan elpiji, mengungkapkan bahwa banyak warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG.

Kelangkaan tersebut bahkan memaksa masyarakat Kecamatan Arjasa kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak.

“Saat ini masyarakat resah dan banyak yang mengeluh kepada saya karena elpiji langka. Akibatnya, warga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar,” ujarnya, Rabu (19/2/2025).

Kelangkaan itu bukan hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga bagi para pelaku usaha kecil yang mengandalkan LPG untuk menjalankan bisnis mereka.

Baca Juga:  Tolak Survei Seismik Migas, FKKB Kepung Kantor Kecamatan Arjasa

Zirzin menambahkan bahwa sebagai pemilik pangkalan, ia sudah menunggu pasokan di Pelabuhan Gresik selama hampir 10 hari. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan gas akan dikirimkan.

“Kami sudah bertanya kepada agen, tetapi jawabannya tidak jelas. Mereka mengatakan antrean di SPBU sangat panjang, sehingga distribusi tersendat,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Selain sulit didapatkan, harga LPG 3 kg juga meroket hingga mencapai Rp40.000 – Rp50.000 per tabung, jauh dari harga eceran tertinggi (HET) yang seharusnya berlaku.

Baca Juga:  Diduga Malpraktik di RS Abuya Kangean Sumenep, Pasien Katarak Alami Kebutaan Permanen

Masyarakat pun berharap agar pemerintah, terutama Bupati Sumenep, segera mengambil tindakan untuk mengatasi kelangkaan tersebut.

“Kami sangat berharap ada solusi dari pemerintah, karena kondisi ini semakin memberatkan kami, terutama di kepulauan,” harap Zirzin. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB