Warga Nekat Hadang Proyek Migas Kangean demi Tanah Leluhur

- Redaktur

Senin, 1 September 2025 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Kepulauan Kangean Bersatu (FKKB) mengepung Kantor Kecamatan Arjasa. @by_News9.id

FOTO: Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Kepulauan Kangean Bersatu (FKKB) mengepung Kantor Kecamatan Arjasa. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Gelombang penolakan keras terhadap rencana eksplorasi dan eksploitasi migas Kangean meledak, Senin (1/9/2025).

Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Kepulauan Kangean Bersatu (FKKB) mengepung Kantor Kecamatan Arjasa sejak pagi.

Dengan spanduk, poster, dan teriakan lantang, massa menegaskan sikap, Kangean bukan ladang eksploitasi.

Mereka menuding kehadiran PT Kangean Energi Indonesia (KEI) bersama SKK Migas hanya akan meninggalkan luka panjang bagi lingkungan, merampas ruang hidup masyarakat, dan mengancam masa depan anak cucu.

“Kami menolak segala bentuk eksplorasi dan eksploitasi tanah kelahiran kami. Kepulauan Kangean harus tetap lestari, aman, dan nyaman untuk anak cucu kita, bukan untuk dirusak oleh kepentingan perusahaan,” tegas Ahmad Yani, Korlap aksi.

Dua tuntutan utama FKKB yakni, Menolak eksplorasi dan eksploitasi migas di tanah kelahiran masyarakat Kangean dalam bentuk apa pun. Mendesak PT KEI dan SKK Migas angkat kaki dari Kangean serta menghentikan seluruh agenda eksploitasi.

Baca Juga:  Kekompakan dan Kebugaran, Persit KCK Kodim 0821 Lumajang Olahraga Bersama dan Pertandingan Bola Voli

FKKB menyandarkan perlawanan mereka pada pijakan hukum yang jelas: UUD 1945 pasal 28H dan 33, UU No. 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Baca Juga:  Dentuman Ledakan Petasan Hantam Rumah Seorang Warga di Kraksaan

Meski aksi dikawal ketat aparat keamanan, massa tidak surut.

Mereka tetap bertahan hingga siang hari, terus menyuarakan penolakan.

Seruan FKKB terdengar lantang, “Siapa pun yang mencoba mengganggu tanah kelahiran kami, apalagi merusaknya, akan kami lawan tanpa kompromi!

Baca Juga:  Rokok Ilegal Dikuasai Pemain Besar, BEMSU Nilai Penegakan Hukum dan Pengawasn Negara Timpang

Kepulauan Kangean kini menjadi medan perlawanan rakyat terhadap kerakusan korporasi.

Warga bertekad menjaga tanah leluhur agar tetap lestari, bukan dikorbankan demi kepentingan investasi. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru