GMNI Sampang Kecam Polres, Menangkap Warga yang Menyuarakan Pendapat Bukan Solusi

- Redaktur

Rabu, 5 November 2025 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sampang. @by_News9.id

FOTO: DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sampang. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Langkah cepat Polres Sampang, Jawa Timur, yang mengamankan sejumlah warga usai aksi demonstrasi berujung rusuh di area Alun-Alun Sampang, menuai sorotan.

DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sampang menilai tindakan aparat terlalu reaktif dan berpotensi mengekang kebebasan warga dalam menyampaikan aspirasi.

Dalam rilis resmi yang diterima News9.id pada Selasa, (5/11), Ketua DPC GMNI Sampang, Shaifi, menyebut tindakan aparat yang menangkap warga hanya karena keterlibatannya dalam aksi demonstrasi merupakan langkah keliru.

“Aksi menyampaikan pendapat adalah hak konstitusional yang dijamin oleh Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Selama dilakukan secara damai, hak itu harus dilindungi, bukan dibungkam,” ujar Shaifi.

Namun, GMNI juga menegaskan tidak membenarkan tindakan anarkistis dalam bentuk apa pun.

Baca Juga:  Aktivis Geram, Izin Kontroversial Diduga Terbit Sebelum AMDAL

Menurut mereka, pengrusakan fasilitas umum yang terjadi di Alun-Alun harus dilihat dalam konteks yang lebih luas.

Sekretaris DPC GMNI Sampang, Asbul, menilai tindakan massa bersifat spontan akibat ketegangan di lapangan.

“Pergerakan massa yang hendak menuju DPRD diblokade aparat. Situasi memanas, lalu gas air mata ditembakkan. Dari situlah kericuhan terjadi,” kata Asbul.

GMNI menduga langkah pengamanan itu tak sepenuhnya netral.

“Dugaan kami, sasaran utamanya adalah koordinator lapangan aksi,” tambahnya.

Bagi GMNI, tindakan represif semacam itu menunjukkan lemahnya komunikasi antara aparat dan warga.

Baca Juga:  Posko Pengaduan BSPS DPRD Sumenep Dibuka Tanpa Rapat Resmi

Mereka mendesak Polres Sampang melakukan evaluasi menyeluruh dan lebih mengedepankan pendekatan persuasif.

“Aparat seharusnya membuka ruang dialog, bukan memenjarakan perbedaan pendapat,” ujar Shaifi.

Sejumlah elemen masyarakat, termasuk GMNI, kini tengah mendorong pelaporan tindakan represif aparat ke Polda Jawa Timur.

Baca Juga:  Tragedi di Pragaan: Warga Meninggal Akibat Tak Ada Oksigen, Aktivis GEMPAR Serukan Aksi Massal

Mereka menuntut agar prinsip kemanusiaan dan kebebasan berpendapat dijaga sebagaimana amanat reformasi.

Kejadian tersebut menambah daftar panjang ketegangan antara aparat dan warga di daerah-daerah yang tengah menghadapi persoalan politik lokal, seperti penundaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Bagi GMNI, akar masalah bukan pada massa yang marah, melainkan pada ketidakjelasan kebijakan yang menunda hak politik warga.

“Menangkap rakyat yang kecewa tidak akan menyelesaikan masalah,” kata Shaifi menutup pernyataannya. “Yang dibutuhkan adalah ruang bicara, bukan borgol.” ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru