Panitia Duta Kampus Uniba Bantah Pungli, Bongkar Fakta di Balik Kebijakan Denda yang Mendadak Dihapus

- Redaktur

Sabtu, 22 November 2025 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (Istimewa) Ketua panitia, Aura Intan Wulan Dari, @by_News9.id

FOTO: (Istimewa) Ketua panitia, Aura Intan Wulan Dari, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Yang semula digadang-gadang sebagai panggung prestisius mahasiswa, Pemilihan Duta Kampus Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura, kini menjelma menjadi drama kampus paling panas tahun ini.

Polemik yang awalnya berputar pada isu denda dan dugaan pungutan liar kini bereskalasi ke babak baru yang jauh lebih mencengangkan pembekuan sepihak oleh senat kampus.

Ketua panitia, Aura Intan Wulan Dari, akhirnya memecah keheningan dengan suara bergetar menahan kecewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menepis keras segala tudingan pungutan liar yang belakangan menghantam panitia.

“Kami tidak pernah memaksa mahasiswa mengeluarkan uang. Tidak satu rupiah pun! Titik,” tegasnya.

Aura menjelaskan bahwa aturan denda hanyalah mekanisme kedisiplinan agar setiap angkatan mengirim delegasi.

Bukan untuk mencari keuntungan, apalagi mengeruk uang mahasiswa.

Baca Juga:  FAHAM Unggul di Pilkada Sumenep 2024 Versi Quick Count

Ia juga menegaskan aturan tersebut sudah mendapat persetujuan langsung dari pihak rektorat.

“Kami tidak cari uang. Fokus kami hanya pendelegasian! Itu saja,” ujarnya lantang.

Panitia, lanjut Aura, telah bekerja siang dan malam.

Sekitar 30 sponsor berhasil digandeng demi menyuguhkan panggung megah dan profesional untuk mengharumkan nama Uniba.

Sosialisasi aturan denda pun telah dilakukan kepada seluruh ketua tingkat. Tidak ada penolakan. Semua berjalan mulus.

Namun badai pertama datang ketika video rektor berisi larangan segala bentuk pungutan beredar luas.

Tanpa pikir panjang, panitia langsung mencabut aturan denda.

“Begitu ada instruksi baru, langsung kami hapus. Tidak ada uang yang kami tarik. Nol!” tekan Aura.

Ketika polemik pertama mulai mereda, badai kedua datang lebih besar dan menggulung semuanya.

Baca Juga:  Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Yon TP di Sampang

Seleksi tahap pertama telah tuntas. Peserta bersiap menuju babak berikutnya. Namun tiba-tiba, sebuah Surat Keputusan (SK) bertanggal 19 November 2025 muncul tanpa aba-aba.

SK yang ditandatangani Ketua Senat Uniba Madura, Budi Siswanto, itu menghentikan seluruh rangkaian kegiatan Pemilihan Duta Kampus.

Tanpa alasan. Tanpa dialog. Tanpa penjelasan. Hanya keheningan yang terasa memekakkan.

Kabar itu membuat kampus seketika gempar. Spekulasi liar pun meledak di kalangan mahasiswa sehingga bisik-bisik di lapangan makin keras terdengar.

Ada dugaan kuat bahwa salah satu peserta yang disebut dekat dengan lingkaran elite kampus justru gugur pada seleksi awal.

Namanya sebelumnya dijagokan akan melenggang mulus. Dan sejak itu, tarik-ulur kepentingan diduga menguat.

Baca Juga:  Polres Lumajang Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Koplo

Ketika kepentingan gagal diamankan, acara pun dikorbankan.

Mahasiswa terpaku. Panitia terpukul. Peserta kehilangan panggung yang telah mereka perjuangkan berbulan-bulan.

Kini satu pertanyaan menggantung di udara, membentuk awan besar kecurigaan.

Apakah ada tangan tak terlihat yang ingin menentukan siapa yang pantas menjadi wajah kampus?

Keputusan sepihak tersebut dinilai sebagai tamparan keras terhadap idealisme mahasiswa yang ingin menyelenggarakan ajang ini secara adil, transparan, dan profesional.

Aura, mewakili seluruh panitia, mengaku lelah disudutkan tanpa alasan jelas.

“Kami sudah lelah. Kami hanya ingin acara ini berjalan jujur dan profesional. Jangan matikan mimpi kami,” ucapnya lirih, namun tetap tegar, Sabtu (22/11/2025). ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB