FAM Kritik Pemerintah Soal Ketidakpastian Pilkades 2026: ‘Seperti Mengulur Waktu’

- Editorial Team

Minggu, 23 November 2025 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Anggota Forum Aktivis Madura (FAM). @by_News9.id

FOTO: Anggota Forum Aktivis Madura (FAM). @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Forum Aktivis Madura (FAM) kembali menyorot ketidakpastian pemerintah daerah dalam menyiapkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026.

Dalam konferensi pers di sebuah kafe di Jalan Imam Ghazali, Sabtu, (22/11) dua perwakilan FAM, Maushul Maulana dan Gerard, menilai eksekutif tidak menunjukkan keseriusan dalam mengawal agenda politik desa tersebut.

Gerard menyebut forum itu merupakan tindak lanjut dari aksi demonstrasi yang mereka gelar pada 20 Oktober lalu.

Menurut dia, publik membutuhkan penjelasan yang lebih transparan atas sikap pemerintah yang dinilai terus bergeser.

“Implementasi gerakan ini beragam, mulai dari memberi pencerahan publik, mengeluarkan ultimatum, hingga menyiapkan aksi lanjutan ke Jawa Timur pada Selasa, (25/11),” ujar Gerard.

Ia juga mengungkapkan adanya indikasi “pengaburan substansi” dalam proses pembahasan anggaran Pilkades.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Matangkan Raperda Pengelolaan Aset Daerah

FAM menilai pemerintah daerah terkesan membesar-besarkan nominal anggaran dengan menetapkan biaya lebih dari Rp120 juta per desa.

Angka itu jauh di atas kabupaten sebelah yang hanya menganggarkan sekitar Rp80 juta per desa.

“Dengan angka setinggi itu, pemerintah bisa saja beralasan bahwa Pilkades menjadi beban fiskal. Padahal justru itu yang menimbulkan tanda tanya: apakah anggaran benar-benar dibuat untuk menunda?” kata Gerard.

Hingga kini, FAM menilai belum ada pernyataan tegas dari pemerintah apakah Pilkades benar-benar akan digelar pada 2026 atau kembali ditunda.

Baca Juga:  Sampang Kirim 126 Atlet ke Porprov Jatim 2025, Optimisme Baru, Harapan Baru

Hal itu disebut memunculkan ketidakpastian bagi desa-desa yang membutuhkan kepastian kepemimpinan.

Maushul Maulana menutup konferensi pers dengan pernyataan yang lebih keras. Ia menuntut eksekutif dan legislatif segera menetapkan alokasi anggaran Pilkades 2026 dan mengunci jadwal pelaksanaannya.

“Jika pemerintah tetap tidak bergeming, kami akan kembali turun aksi dalam skala lebih besar lima kali lipat dari aksi pertama. Aksii lanjutan itu, akan mulai digelar pada Selasa, (25/11) di Jawa Timur,” pungkas Maushul. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten
Bupati dan Wakil Bupati Madiun Turun Langsung Bersihkan Sampah, Program SELAMAT ASRI Diperkuat Menuju Adipura 2026
IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah
Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi
IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Madiun Turun Langsung Bersihkan Sampah, Program SELAMAT ASRI Diperkuat Menuju Adipura 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji

Berita Terbaru

FOTO: Para peserta mengikuti pengujian sesuai jenjang kompetensi Muda, Madya, dan Utama. @by_News9.id

DAERAH

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:28 WIB

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB