Sekitar 30 Hektar Dari 309 Hektar lahan Kecamatan Pronojiwo Terdampak Erupsi Gunung Semeru

- Redaktur

Minggu, 23 November 2025 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ketua Perkumpulan Petani Pangan Indonesia (P3NA) Jawa Timur Iskhak Subagio SE, @by_News9.id

FOTO: Ketua Perkumpulan Petani Pangan Indonesia (P3NA) Jawa Timur Iskhak Subagio SE, @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Ketua Perkumpulan Petani Pangan Indonesia (P3NA) Jawa Timur Iskhak Subagio SE, menanggapi atas Dampak Erupsi Gunung Semeru di dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, kabupaten Lumajang.

Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025, telah meluluhlantakkan Dusun Sumbersari.

Dikatakan Iskhak, Minggu (23/11/2025), bahwa dampak erupsi ini sangat besar, tidak hanya merusak puluhan rumah warga, tetapi juga menghancurkan sekitar 30 hektar lahan pertanian di desa tersebut.

Lahan yang sebelumnya subur dengan tanaman hortikultura seperti salak dan lombok kini berubah menjadi lautan pasir dan batu akibat aliran lahar dan material vulkanik panas dari gunung Semeru.

“Hal ini menyebabkan kegagalan panen besar-besaran bagi petani setempat dan kerugian ekonomi yang parah. Menanggapi kondisi ini, kami ketua Perkumpulan Petani Pangan Indonesia (P3NA) Jawa Timur, menyatakan keprihatinannya atas kerusakan parah yang dialami oleh para petani di wilayah tersebut. Erupsi gunung Semeru telah menghancurkan sumber penghidupan utama petani, terutama yang mengandalkan tanaman hortikultura seperti salak dan lombok”, ujar Iskhak.

Sekitar 30 Hektar Dari 309 Hektar lahan Kecamatan Pronojiwo Terdampak Erupsi Gunung Semeru
FOTO: Erupsi gunung Semeru telah menghancurkan sumber penghidupan utama petani, terutama yang mengandalkan tanaman hortikultura seperti salak dan lombok”, @by_News9.id

Iskhak menyampaikan bahwa P3NA Jawa Timur siap memberikan dukungan kepada para petani dalam pemulihan pasca-erupsi, termasuk upaya rehabilitasi lahan pertanian dan mencari solusi alternatif untuk mendukung ketahanan pangan serta ekonomi petani yang terdampak.

“Menurut data yang dihimpun dari petani, tanaman non progres sampai saat ini tercatat 30 hektar yang terkena lava (Lahar dingin) Semeru. Kita lihat bahwa lahan-lahan ini sudah menjadi lautan pasir, lautan batu, dan ini memerlukan penanganan segera”, ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait agar bantuan segera sampai kepada para korban bencana guna mempercepat proses pemulihan dan rehabilitasi.

“Agar para petani terdampak tidak terimbas untuk melakukan ekonominya sehari-hari, mohon ijin kami laporkan kepada semua pihak tanpa mengurangi rasa hormat, kami melaporkan dengan fakta sebenarnya, dan akan kami proses pendataan by name by address jadi nanti akan kita pastikan fiknya”, terang Iskhak.

Sebagai catatan tambahan, para warga Dusun Sumbersari dan wilayah sekitar terdampak tidak hanya lahan pertania tetapi juga kerusakan rumah dan fasilitas umum akibat awan panas guguran dan lahar panas yang mengalir deras, hamparan tanaman lombok dan tanaman holtikultura yang lain sudah berubah fungsi terkena luapan erupsi gunung Semeru, memaksa mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman demi keselamatan jiwa mereka. ***

Facebook Comments Box
Baca Juga:  Madura United Tahan Imbang Tainan City FC, Laga Hidup Mati Menanti di Gresik
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Batu Guluk–Pandeman Kini Mulus, Warga Kangean Tak Lagi Susah Melintas
Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa NTT
Kapolresta Banyuwangi Bangun Soliditas Lewat Coffee Morning, Tekankan Peran Pemimpin dan Orang Tua
Aplikasi “Panglima” SMKN Ihya’ Ulumudin Jadi Jembatan Alumni dan Sekolah
Desil DTSEN BPS Probolinggo Jelaskan Tak Ditentukan Satu Indikator
HUT RI ke-81 di Masalembu: Merdeka dalam Seremoni, Terjajah oleh Ketertinggalan
Perubahan APBD 2026 Sumenep: Pendapatan Turun Rp175,16 Miliar, Belanja Modal Justru Naik Rp46,18 Miliar
Nilai Sempurna, Bocah 5 Tahun Asal Sumenep Juara 1 VENUS Kompetisi Sains
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:37 WIB

Kapolresta Banyuwangi Bangun Soliditas Lewat Coffee Morning, Tekankan Peran Pemimpin dan Orang Tua

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Aplikasi “Panglima” SMKN Ihya’ Ulumudin Jadi Jembatan Alumni dan Sekolah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Desil DTSEN BPS Probolinggo Jelaskan Tak Ditentukan Satu Indikator

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:31 WIB

HUT RI ke-81 di Masalembu: Merdeka dalam Seremoni, Terjajah oleh Ketertinggalan

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Oknum anggota kepolisian berpangkat Brigpol berinisial RS. @by_News9.id

PERISTIWA

Oknum Polisi Polsek Masalembu Diduga Sering Bolos

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:20 WIB

FOTO: Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama jajaran pemerintah daerah saat audiensi  dengan Kemenhub Republik Indonesia. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut

Senin, 24 Agu 2026 - 15:14 WIB

FOTO: H. Gufron, saat proses pembelian dengan pemeriksaan dan penilaian kualitas tembakau di gudang utama Haswal Group. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

Siap Serap Hasil Panen Tembakau, Haswal Group Buka Pembelian Perdana

Senin, 24 Agu 2026 - 14:51 WIB