Antrean Solar Subsidi Tak Berujung di Sumenep, Distribusi Diduga Sengaja Dikunci Mafia BBM

- Redaktur

Selasa, 23 Desember 2025 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kondisi antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pamolokan. @by_News9.id

FOTO: Kondisi antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pamolokan. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Krisis solar subsidi di Kabupaten Sumenep, Madura, kian terang benderang.

Berdasarkan hasil observasi lapangan, hampir di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), antrean kendaraan untuk mengisi BBM jenis solar tampak mengular panjang dan tak terkendali.

Sejak Senin malam hingga Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB, antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU dan menjadi pemandangan rutin yang memicu keresahan publik.

Fenomena tersebut bukan lagi kejadian insidental, melainkan berlangsung hampir setiap hari tanpa solusi nyata.

Baca Juga:  Mahasiswa Sumenep Turun Jalan Tolak Pemilukada Tak Langsung

Pantauan News9.id di SPBU Pamolokan dan SPBU Paberasan menunjukkan antrean kendaraan, mulai dari truk, mobil travel, hingga pelaku usaha kecil, mengular panjang hanya untuk mendapatkan solar bersubsidi.

Ironisnya, kondisi tersebut kerap terjadi pada jam-jam sibuk, yakni sekitar pukul 17.00 hingga 20.00 WIB dan mulai pukul 06.00 WIB pagi.

Situasi tersebut menimbulkan dugaan kuat bahwa distribusi solar subsidi tidak berjalan normal.

Bahkan, tidak sedikit pihak menilai adanya pembatasan tak wajar atau pola pengendalian tertentu yang disengaja.

“Kami para sopir, baik travel, truk, dan pelaku usaha kecil, sampai pengendara umum, harus menunggu berjam-jam hanya demi solar subsidi. Ini terjadi hampir tiap hari,” keluh seorang pengemudi kepada News9.id, Selasa (23/12/2025), pagi.

Berdasarkan penelusuran data media ini, sejumlah SPBU yang selama ini dikenal sebagai penyalur solar dalam jumlah besar di antaranya SPBU milik Pemda, SPBU Paberasan, SPBU Betoan, SPBU Manding, SPBU Ganding, SPBU Pakandangan, serta AKR Bluto Cangkaraman.

“Antrean solar subaidi ini diduga kuat dan sengaja dikunci distribusinya oleh mafia BBM,” ungkapnya.

Kondisi antrean yang terus berulang memunculkan pertanyaan serius, ke mana sebenarnya solar subsidi mengalir?

Baca Juga:  Kecelakaan di Jalan Panglima Sudirman Madiun, Sopir Mobil Boks Tewas di Tempat

Apakah benar-benar untuk masyarakat kecil, atau justru disedot oleh jaringan tertentu yang bermain rapi di balik kelangkaan?

Hingga detik ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab antrean berkepanjangan dan dugaan penyimpangan distribusi solar subsidi di Sumenep. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Pria berinisial K (41) saat diamankan petugas. @by_News9.id

HUKRIM

Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB

FOTO: (istimewa) Lesty Annatul Annisa' @by_News9.id

OPINI

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:52 WIB