Upah Tak Dibayar, Pembangunan Koperasi Merah Putih Mandek

- Redaktur

Senin, 19 Januari 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Larangan Barma yang dihentikan sementara. @by_News9.id

FOTO: Pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Larangan Barma yang dihentikan sementara. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Program Koperasi Merah Putih yang digadang-gadang sebagai simbol ekonomi kerakyatan justru memantik konflik dan jeritan buruh di Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Alih-alih menghadirkan kesejahteraan, proyek pembangunan koperasi tersebut dipertanyakan serius.

Upah para pekerja tak kunjung dibayarkan hingga tiga minggu, tanpa kejelasan dan tanpa kepastian dari pihak mandor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para buruh bangunan kini terlantar. Keringat mengalir, tenaga terkuras, namun hak mereka raib.

Baca Juga:  Desa Barat Sarang Masalah Tata Kelola, Dugaan Korupsi dan Kepemimpinan yang Mandul

Dampaknya bukan hanya dirasakan para pekerja, tetapi juga anak dan istri di rumah yang ikut menjadi korban.

“Seharusnya istri dan anaknya di rumah bisa belanja kebutuhan dapur. Tapi kenyataannya, karena suaminya bekerja kasar dan tidak dibayar, semuanya lumpuh,” ujar warga dengan suara getir, Senin (19/1/2026).

Diketahui, mandor proyek adalah Kepala Desa Badur, Atnawi. Namun hingga kini, tidak ada penjelasan resmi apakah dana belum cair dari pemerintah pusat, atau ada persoalan lain yang sengaja ditutup rapat.

Baca Juga:  Tragis! Rumah Bantuan BSPS di Sumenep Ambruk Sebelum Dihuni

Ketidakjelasan tersebut justru memunculkan kecurigaan masyarakat.

Program pemerintah yang seharusnya melindungi rakyat kecil, jangan-jangan justru menjadi ruang gelap eksploitasi tenaga kerja.

“Jangan eksploitasi keringat para pekerja Koperasi Merah Putih. Mereka hanya ingin mencari nafkah dari program negara. Kalau gaji tukang saja tidak dibayar, siapa yang bisa menjamin tak ada penyalahgunaan lain?” tambahnya.

Sebagai bentuk protes, hari ini aktivitas pembangunan dihentikan total. Para pekerja memilih meliburkan diri, menunggu upah yang seharusnya sudah mereka terima sejak tiga minggu lalu.

Baca Juga:  Mayat Tangan Terikat Gegerkan Warga Jabung Malang

Koperasi Merah Putih yang katanya berpihak pada rakyat kini dipertanyakan keberpihakannya. Jika buruh saja dikorbankan, untuk siapa sebenarnya program tersebut dijalankan.

“Negara tidak boleh diam. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum wajib turun tangan, sebelum proyek kerakyatan ini berubah menjadi monumen ketidakadilan,” pungkasnya.

Sementara itu, upaya konformasi redaksi News9.id kepada mandor proyek tersebut hingga berita ini diterbitkan belum membuahkan hasil. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB