RTLH Diduga Fiktif, Sekdes Pamolokan Mulai Disorot

- Redaktur

Senin, 2 Februari 2026 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Pamolokan yang seharusnya menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam menyejahterakan rakyat kecil, @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Pamolokan yang seharusnya menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam menyejahterakan rakyat kecil, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Arogansi Sekretaris Desa (Sekdes) Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, kini menuai sorotan tajam.

Sekdes tersebut diduga kuat mengendalikan roda kekuasaan desa secara sepihak, bahkan sampai mengorbankan hak-hak dasar masyarakat miskin.

Salah satunya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang seharusnya menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam menyejahterakan rakyat kecil, justru dituding tidak pernah benar-benar menyentuh warga Desa Pamolokan.

Seorang warga berinisial HR mengungkapkan, program RTLH yang bersumber dari pemerintah daerah maupun dana desa sejak 2024 hingga 2025 diduga kuat hanya ada di atas kertas.

“Di Desa Pamolokan, semua program RTLH dari tahun 2024 sampai 2025 diduga fiktif. Tidak ada pembangunan, tidak ada rehabilitasi rumah. Faktanya, rumah kami masih rusak parah,” ungkap HR, Senin (2/2).

Padahal, bantuan RTLH diketahui berkisar antara Rp10 juta hingga Rp20 juta per unit, yang diperuntukkan bagi warga miskin dengan kondisi rumah tidak layak huni. Namun di Pamolokan, bantuan tersebut tidak kunjung terealisasi.

Baca Juga:  Semangat Gotong Royong Warnai Peletakan Batu Pertama Masjid Al Falah Dusun Ngampo 

Warga menilai, kebijakan desa telah berubah menjadi ladang kebengisan dan kerakusan oknum pejabat desa. Hak rakyat kecil seolah dikorbankan demi kepentingan segelintir elite desa.

“Kalau itu bantuan dari pemerintah daerah atau dana desa, harus direalisasikan. Itu harapan kami sebagai warga kecil, bukan dijadikan permainan,” tegas HR.

Ironisnya, kehadiran Penjabat (PJ) Kepala Desa Pamolokan justru dinilai tidak membawa perbaikan.

Baca Juga:  Skandal Ketua Komisi II Menguat, BK DPRD Pamekasan Resmi Terima Laporan

Birokrasi desa disebut semakin carut-marut, dan PJ Desa diduga tidak memiliki integritas maupun profesionalitas karena masih tunduk pada Sekretaris Desa.

“Seakan-akan PJ Desa masih diatur oleh Sekdes. Dampaknya, birokrasi di Pamolokan lebih buruk dari desa lain,” lanjutnya.

Warga menilai, jika seorang Sekdes saja sudah berani berdusta dan mempermainkan bantuan rakyat, maka bayangan penindasan akan jauh lebih besar jika kelak ia menduduki kursi pimpinan desa.

“Masih Sekdes saja sudah berani bohong ke masyarakat. Kalau jadi pemimpin desa, pasti rakyat makin ditindas,” tegasnya.

Warga juga menyindir keras perilaku pejabat desa yang dinilai hidup nyaman di atas penderitaan rakyat kecil.

“Jangan hidup enak dari bantuan rakyat kecil. Bantuan yang tidak sampai ke masyarakat itu namanya pemimpin lalim,” kecam HR.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pamolokan, Mohammad Anzar, mengakui bahwa program RTLH memang ada.

Baca Juga:  Tiktoker Sumenep Bantah Terima Rp 20 Juta Tutup Mulut Soal BSPS

Namun ia berdalih, nominal bantuan hanya sebesar Rp10 juta, dan dana tersebut justru dikembalikan ke kas desa.

“Itu anggaran desa tahun 2024, uangnya dikembalikan ke kas desa dan sampai sekarang belum ada kejelasan ke mana perginya,” ujarnya.

Terkait program RTLH tahun 2025, Anzar menyebut dana tersebut akan menjadi temuan Inspektorat, sembari menegaskan uangnya masih ada.

Pernyataan tersebut justru memantik tanda tanya besar jika bantuan ada, mengapa rumah warga tetap rusak dan rakyat tidak merasakan manfaatnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama jajaran pemerintah daerah saat audiensi  dengan Kemenhub Republik Indonesia. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut

Senin, 24 Agu 2026 - 15:14 WIB

FOTO: H. Gufron, saat proses pembelian dengan pemeriksaan dan penilaian kualitas tembakau di gudang utama Haswal Group. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

Siap Serap Hasil Panen Tembakau, Haswal Group Buka Pembelian Perdana

Senin, 24 Agu 2026 - 14:51 WIB