Insentif RT–RW Dicegat, PJ Desa Pamolokan Dituding Mainkan Hak Aparat Lingkungan

- Redaktur

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Ketua RT dan RW yang meminta hak insentifnya kepada Pj Desa Pamolokan, @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Ketua RT dan RW yang meminta hak insentifnya kepada Pj Desa Pamolokan, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Ironi tata kelola desa kembali dipertontonkan di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Di tengah tekanan ekonomi dan melonjaknya kebutuhan pokok, dana insentif Ketua RT dan RW justru mandek tanpa kejelasan di bawah kepemimpinan Penjabat (PJ) Kepala Desa Pamolokan.

Puluhan RT dan RW yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat mengaku belum menerima sepeser pun dana insentif, bahkan sejak September hingga Desember 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, insentif tersebut merupakan hak dasar atas kerja pelayanan yang terus berjalan tanpa henti.

“Kami menghadapi situasi ekonomi yang serba tidak pasti. Harga kebutuhan pokok naik, sementara uang operasional atau insentif justru ditahan. Ini sangat memukul,” ujar seorang Ketua RT berinisial BR kepada News9.id, Selasa (3/2/2026).

Sebagai aparat lingkungan, RT dan RW bukan sekadar simbol struktural.

Baca Juga:  Warga Kramian Bangun Jalan Sendiri, Pemerintah Desa dan Kabupaten Jadi Penonton

Mereka memikul beban pendataan penduduk, menjaga keamanan, hingga mengurus problem sosial warga. Namun, pengabdian tersebut seolah tidak sebanding dengan perlakuan yang diterima.

Di Desa Pamolokan sendiri tercatat 31 RT dan 11 RW. Seluruhnya, menurut pengakuan warga, belum menerima insentif sama sekali selama masa kepemimpinan PJ Desa.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan serius di mana letak keberpihakan pemerintah desa terhadap aparat lingkungannya sendiri.

“Insentif itu bukan belas kasihan, tapi hak. Harus dibayarkan tepat waktu sesuai aturan. Menahan dana sama saja melalaikan tanggung jawab dan melanggar hak ekonomi RT dan RW,” tegas BR.

Menanggapi hal tersebut, PJ Desa Pamolokan, Ahmad Sayadi, membenarkan bahwa dana insentif RT dan RW masih ada dan belum dicairkan. Namun, alasannya justru memantik kontroversi.

Baca Juga:  Bocah 9 Tahun Meninggal Dunia, Diduga Tenggelam di Sungai

Ia menyebut pencairan dana direncanakan akan diberikan bersamaan dengan acara perpisahan PJ Desa, dengan mengundang seluruh RT dan RW.

“Tidak ada maksud menahan. Dana pasti diberikan. Rencananya saat acara perpisahan PJ Desa bersama masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan itu justru menimbulkan kritik. Hak aparatur desa digantung pada momentum seremonial, bukan mekanisme administrasi yang seharusnya berjalan reguler dan profesional.

“Penahanan dana insentif ini menjadi tamparan keras bagi prinsip transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa,” tegas warga lain yang enggan disebut namanya.

Ketika RT dan RW dipaksa bersabar tanpa kepastian, kepercayaan terhadap kepemimpinan desa pun ikut dipertaruhkan.

“Kami kini hanya menunggu apakah insentif itu benar-benar dicairkan, atau sekadar janji yang kembali tertunda,” tandas warga. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB