Sekolah Libur Diam-Diam di Ra’as, Masa Depan Siswa Jadi Korban Kelalaian

- Redaktur

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Sekretaris PMII UPI Sumenep, Moh Pudali Arodani (Lili), yang kini menyoroti pengabaian hak pendidikan siswa di wilayah kepulauan Ra’as. @by_News9.id

FOTO: Sekretaris PMII UPI Sumenep, Moh Pudali Arodani (Lili), yang kini menyoroti pengabaian hak pendidikan siswa di wilayah kepulauan Ra’as. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dugaan pengabaian serius terhadap hak pendidikan mencuat dari Kecamatan Ra’as, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sejumlah sekolah dilaporkan tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada hari aktif sekolah, sementara para siswa justru dipulangkan lebih awal tanpa satu pun proses pembelajaran.

Fenomena itu bukan sekadar kelalaian administratif. Ini adalah tamparan keras terhadap amanat konstitusi. Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 secara tegas menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Namun di Ra’as, hak itu seolah diliberalkan untuk dilanggar.

Baca Juga:  Tak Perlu Lagi ke Surabaya, RSUDMA Sumenep Kini Buka Layanan Urologi

Lebih mencengangkan, kepala sekolah bersama bendahara sekolah diduga meninggalkan tugas di hari aktif tanpa kejelasan dasar penugasan kedinasan.

Ketidakhadiran pimpinan sekolah tersebut berdampak langsung pada lumpuhnya aktivitas pendidikan, seakan sekolah boleh tutup sesuka hati, sementara negara menutup mata.

Praktik itu dinilai mencederai marwah profesi pendidik dan menunjukkan krisis tanggung jawab struktural di lingkungan pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan yang selama ini memang kerap dipinggirkan dari layanan publik yang layak.

Kasus tersebut sekaligus membuka borok lemahnya fungsi pengawasan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Jelang Ramadlan, ARS Law Office Berbagi Berkah Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

Minimnya kontrol, evaluasi, dan kehadiran negara di sekolah-sekolah kepulauan diduga menjadi penyebab utama terjadinya pembiaran sistematis itu.

Sekretaris PMII UPI Sumenep, Moh Pudali Arodani, yang akrab disapa Lili, mengecam keras peristiwa tersebut.

Menurutnya, dunia pendidikan tidak boleh dijadikan korban kelalaian oknum yang berlindung di balik jabatan.

“Pemulangan siswa di hari aktif tanpa proses pembelajaran adalah bentuk pengabaian hak konstitusional. Ini bukan persoalan sepele, ini bukti nyata lemahnya pengawasan negara di sektor pendidikan dan harus ditindaklanjuti secara serius,” tegas Lili, Rabu (11/2).

PMII UPI Sumenep mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep untuk segera turun tangan secara konkret, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pihak sekolah, serta menjatuhkan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku agar praktik memalukan ini tidak terus berulang.

“Pendidikan adalah hak dasar, bukan fasilitas opsional. Negara wajib hadir, terlebih bagi masyarakat kepulauan yang selama ini selalu berada di barisan terakhir pelayanan publik,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik
RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun
SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi
Permudah Akses Informasi dan Pengaduan, RSUDMA Sumenep Hadirkan IPP 24 Jam
Ombudsman RI, BPKN dan YLKI Sambangi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep
Polsek Pasrujambe Pantau Lahan Pertanian Jagung,Dukung Ketahanan Pangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:01 WIB

SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:59 WIB

HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:50 WIB

Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:38 WIB

RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:05 WIB

SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB