Menu MBG di SPPG Alif Diduga Asal Jadi, Gizi Anak Jadi Formalitas

- Redaktur

Rabu, 18 Februari 2026 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Menu MBG di SPPG Alif Batu Putih yang jauh dari standar gizi seimbang. @by_News9.id

FOTO: Menu MBG di SPPG Alif Batu Putih yang jauh dari standar gizi seimbang. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini menuai sorotan tajam di Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Program yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi anak sekolah itu justru dipertanyakan kualitasnya.

Sejumlah wali murid mengeluhkan menu yang disajikan oleh SPPG Alif dinilai jauh dari standar gizi seimbang.

Pada Jumat (13/2/2026), menu MBG yang diterima siswa terdiri dari nasi putih, telur mata sapi, tahu goreng, dan satu buah salak.

Bagi para orang tua, sajian tersebut dianggap terlalu sederhana dan tidak mencerminkan keseriusan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak usia sekolah.

“Ini hanya pemenuhan formalitas saja atau bagaimana. Apa memang sengaja asal jadi,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Keluhan tidak berhenti di satu hari. Beberapa orang tua mengaku pada hari-hari sebelumnya kondisi makanan bahkan lebih memprihatinkan.

Baca Juga:  Meskipun Berpuasa, Satgas TMMD dan Masyarakat Tetap Semangat Merampungkan Infrastruktur Desa

Ada buah rambutan yang disebut sudah busuk, pisang terlalu matang, hingga nasi pecel dengan kuah kacang yang encer dan porsi sangat minim.

Bahkan, muncul laporan ditemukannya ulat dalam makanan yang dibagikan. Jika benar demikian, maka persoalannya bukan lagi soal rasa, melainkan kelayakan konsumsi dan standar keamanan pangan. Label bergizi yang melekat pada program ini pun dipertanyakan.

Baca Juga:  Terbongkar, Oknum Pengacara Diduga Intervensi Media Terkait Pemberitaan Dugaan Penyimpangan Dana BOS

Di mana pengawasan kualitas? Siapa yang memastikan kandungan gizi sesuai kebutuhan anak sekolah? Apakah tenaga ahli gizi benar-benar dilibatkan dan menjalankan fungsinya secara optimal?

“Sepertinya ahli gizinya tidak bekerja dengan baik,” keluh wali murid lainnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, Fawaid yang disebut sebagai Kepala SPPG Alif, saat dikonfirmasi awak media memberikan tanggapan singkat.

“Mohon izin mas. Kami untuk pelaporan yang demikian sudah ada yang namanya Sagi. Tinggal melaporkan ke 127 BGN mas. Terima kasih,” ujarnya.

Jawaban tersebut dinilai belum menyentuh substansi persoalan, yakni kualitas makanan yang diterima siswa setiap hari.

Baca Juga:  Tinjau Banjir di Lapas Cikarang, Dirjenpas Pastikan Layanan Warga Binaan Tetap Berjalan 

Sementara itu, wali murid menilai, respons administratif semata tidak cukup untuk meredam kegelisahan orang tua.

“Program sebesar MBG seharusnya dijalankan dengan standar ketat dan pengawasan berlapis. Jika tidak, yang dipertaruhkan bukan sekadar citra pemerintah, melainkan kesehatan dan tumbuh kembang generasi masa depan,” tegasnya.

“Kami mendesak Pemerintah daerah, pengawas program, serta pihak terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Transparansi standar menu, keterlibatan ahli gizi, hingga mekanisme kontrol kualitas harus dibuka ke publik. Sebab, urusan gizi anak bukan proyek seremonial. Ini menyangkut masa depan bangsa,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Pria berinisial K (41) saat diamankan petugas. @by_News9.id

HUKRIM

Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB

FOTO: (istimewa) Lesty Annatul Annisa' @by_News9.id

OPINI

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:52 WIB