PKN Bentuk Satgas Awasi Program MBG Nasional

- Editorial Team

Rabu, 2 September 2026 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ketua satgas, Patar Sihotang, S.H., M.H., @by_News9.id

FOTO: Ketua satgas, Patar Sihotang, S.H., M.H., @by_News9.id

JAKARTA, NEWS9 – Pemantau Keuangan Negara (PKN) resmi membentuk Satuan Tugas Pengawasan Masyarakat Makan Bergizi Gratis (Satgaswasmas MBG) untuk mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.

Langkah tersebut disebut sebagai upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawasi penggunaan anggaran negara sekaligus mencegah potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program.

Ketua PKN, Patar Sihotang, S.H., M.H., mengatakan pembentukan satgas merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara yang dialokasikan untuk program MBG.

Hal itu disampaikan Patar dalam konferensi pers di Kantor Pusat PKN, Jalan Caman Raya Nomor 7, Jatibening, Bekasi, Selasa (1/9).

Menurut Patar, pengawasan masyarakat diperlukan karena MBG merupakan program strategis yang melibatkan anggaran besar, rantai distribusi luas, serta banyak pihak mulai dari penyedia bahan pangan hingga satuan pendidikan.

“Program nasional yang menyentuh jutaan anak sekolah ini tidak boleh menjadi ladang korupsi bagi oknum yang mencari keuntungan pribadi,” ujar Patar.

Patar menjelaskan, Satgaswasmas MBG akan dibentuk dan menjalankan fungsi pengawasan di berbagai wilayah Indonesia. Fokusnya antara lain memantau transparansi, akuntabilitas, kualitas makanan, ketepatan sasaran, serta potensi penyimpangan dalam pengelolaan program.

Baca Juga:  Penumpang KMP Darma Kartika Tujuan Jangkar–Raas Diduga Lompat ke Laut

PKN juga menyoroti sejumlah tantangan yang menurut mereka perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan MBG, seperti panjangnya mata rantai distribusi, kesiapan infrastruktur dapur, penerapan standar higienitas, serta potensi permainan harga bahan pangan.

Namun, PKN menempatkan persoalan tersebut sebagai risiko yang perlu diantisipasi dan diawasi. Untuk memastikan setiap dugaan pelanggaran dapat dipertanggungjawabkan, PKN menyatakan pengawasan akan diarahkan pada temuan faktual dan mekanisme pelaporan sesuai ketentuan hukum.

Baca Juga:  HUT ke-81 RI, Pemkab Sumenep Gelar Upacara Detik-detik Proklamasi 

Satgas tersebut akan mengawasi sejumlah unsur yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG, antara lain Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengelola dapur MBG, kepala sekolah, serta yayasan pendidikan dan madrasah swasta.

Pada sektor pangan, PKN menyatakan pengawasan diarahkan terhadap ketersediaan pasokan, harga bahan baku, distribusi, dan potensi monopoli.

Sementara pada tingkat dapur dan sekolah, perhatian diberikan terhadap kualitas bahan pangan, kebersihan, jumlah porsi, ketepatan distribusi, serta kesesuaian data penerima manfaat.

Patar juga mendorong kepala sekolah dan pengelola lembaga pendidikan untuk ikut memastikan makanan yang diterima siswa memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.

“Kami mengetuk pintu hati dan kesadaran seluruh kepala sekolah, pengelola dapur, dan pimpinan yayasan. Jangan pernah bermain-main dengan makanan anak-anak kita,” kata Patar.

Ia menambahkan, masyarakat yang menemukan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan MBG dapat menyampaikan laporan kepada PKN.

Baca Juga:  Bantuan UMKM Baznas Sumenep Viral, Srikandi Kopri Klarifikasi: Itu Bantuan Kolektif, Bukan Pribadi

Menurutnya, pengawasan publik harus diarahkan untuk menjaga kualitas program sekaligus memastikan anggaran negara digunakan sesuai tujuan.

PKN berharap keberadaan Satgaswasmas MBG dapat menjadi mitra pengawasan bagi pemerintah dan masyarakat, bukan menggantikan kewenangan lembaga negara dalam melakukan pemeriksaan maupun penegakan hukum.

Patar menegaskan, tujuan utama pengawasan tersebut adalah memastikan program MBG tepat sasaran, memenuhi standar gizi dan keamanan pangan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani, peternak, dan nelayan lokal.

Dengan demikian, PKN menilai keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran dan cakupan penerima manfaat, tetapi juga oleh transparansi pengelolaan, kualitas pelaksanaan, serta keterlibatan masyarakat dalam mengawalnya. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Sup

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah
Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi
IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:45 WIB

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Berita Terbaru

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB

FOTO: IMI dalam Aksi Demonstrasi di Universitas PGRI Sumenep. @by_News9.id

DAERAH

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:45 WIB