SOLO, NEWS9 – Ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, menggelar demonstrasi di Balai Kota Solo hingga Perempatan Gladak, pada Kamis (22/10/2026).
Mereka melayangkan kritik terhadap pemerintah Prabowo-Gibran yang dinilai belum serius menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun dari jabatannya.
Tuntutan itu menjadi simbol kekecewaan mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah, terutama terkait penanganan karhutla dan penentuan prioritas anggaran negara.
Massa membakar ban di lokasi demonstrasi sebagai bentuk protes.
Mereka juga memasang baliho berisi kritik terhadap pemerintah di patung Jenderal Sudirman, menandai meluasnya protes mahasiswa atas penanganan bencana lingkungan tersebut.
Dirjen Aksi Propaganda UNS, Hasan Yusnindar, mengatakan aksi itu merupakan upaya mahasiswa menyampaikan aspirasi sekaligus mendesak pemerintah bertanggung jawab atas persoalan yang mereka soroti.
“Hari ini mahasiswa UNS turun ke jalan untuk menyuarakan apa yang seharusnya kita suarakan. Yaitu tuntutan utama yang ingin kita bawa, satu tuntutan akbar yang mewakili aspirasi mahasiswa: turunkan Prabowo-Gibran,” ungkap Hasan.
Menurut Hasan, salah satu alasan mahasiswa melayangkan tuntutan tersebut adalah belum ditetapkannya karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional.
Mahasiswa juga mempertanyakan arah kebijakan anggaran pemerintah yang mereka nilai belum menempatkan penanganan bencana sebagai prioritas utama.
“Dengan lingkupnya isu karhutla hari ini bahkan belum menemui solusinya. Bahkan belum ditetapkan bencana nasional. Anggaran kita malah dialokasikan pada isu tidak urgent,” jelasnya.
Kritik mahasiswa tidak berhenti pada penanganan karhutla.
Mereka turut menyoroti sejumlah program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mahasiswa menilai pelaksanaan program-program tersebut perlu dievaluasi agar tidak menggeser perhatian dan sumber daya dari persoalan mendesak yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Bagi mereka, kebijakan pemerintah semestinya menjawab kebutuhan publik, termasuk perlindungan lingkungan dan penanganan bencana.
“Hal-hal yang seharusnya kita utamakan malah termarjinalkan. Kehidupan seluruh masyarakat Indonesia tidak diperhatikan karena adanya program prioritas melalui kampanye Prabowo-Gibran. Entah dari cakupan isu yang ada, karhutla, KDMP, MBG, dan sebagainya, kita satu suara tuntut turunkan Prabowo-Gibran,” tegasnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan orasi dan meneriakkan yel-yel di depan Balai Kota Solo.
Mereka kemudian melanjutkan demonstrasi dengan berjalan kaki menuju Perempatan Gladak.
Sejumlah peserta aksi juga naik ke patung Jenderal Sudirman sambil membentangkan baliho berukuran besar berisi kritik terhadap pemerintah. ***
Penulis : Seno
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Tribunsolo









