Mahasiswa UNS Geruduk Balai Kota Solo, Tuntut Prabowo-Gibran Mundur

- Editorial Team

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Aksi dari ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, @by_News9.id

FOTO: Aksi dari ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, @by_News9.id

SOLO, NEWS9 – Ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, menggelar demonstrasi di Balai Kota Solo hingga Perempatan Gladak, pada Kamis (22/10/2026).

Mereka melayangkan kritik terhadap pemerintah Prabowo-Gibran yang dinilai belum serius menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun dari jabatannya.

Tuntutan itu menjadi simbol kekecewaan mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah, terutama terkait penanganan karhutla dan penentuan prioritas anggaran negara.

Massa membakar ban di lokasi demonstrasi sebagai bentuk protes.

Mereka juga memasang baliho berisi kritik terhadap pemerintah di patung Jenderal Sudirman, menandai meluasnya protes mahasiswa atas penanganan bencana lingkungan tersebut.

Baca Juga:  Diduga Keracunan MBG, 27 Siswa SDN 02 Kanigoro Kota Madiun Dilarikan ke Faskes

Dirjen Aksi Propaganda UNS, Hasan Yusnindar, mengatakan aksi itu merupakan upaya mahasiswa menyampaikan aspirasi sekaligus mendesak pemerintah bertanggung jawab atas persoalan yang mereka soroti.

“Hari ini mahasiswa UNS turun ke jalan untuk menyuarakan apa yang seharusnya kita suarakan. Yaitu tuntutan utama yang ingin kita bawa, satu tuntutan akbar yang mewakili aspirasi mahasiswa: turunkan Prabowo-Gibran,” ungkap Hasan.

Menurut Hasan, salah satu alasan mahasiswa melayangkan tuntutan tersebut adalah belum ditetapkannya karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional.

Mahasiswa juga mempertanyakan arah kebijakan anggaran pemerintah yang mereka nilai belum menempatkan penanganan bencana sebagai prioritas utama.

“Dengan lingkupnya isu karhutla hari ini bahkan belum menemui solusinya. Bahkan belum ditetapkan bencana nasional. Anggaran kita malah dialokasikan pada isu tidak urgent,” jelasnya.

Kritik mahasiswa tidak berhenti pada penanganan karhutla.

Baca Juga:  Masyarakat Desa Ranupane Untuk Tetap Waspada Terhadap Perkembangan Karhutla

Mereka turut menyoroti sejumlah program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mahasiswa menilai pelaksanaan program-program tersebut perlu dievaluasi agar tidak menggeser perhatian dan sumber daya dari persoalan mendesak yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Bagi mereka, kebijakan pemerintah semestinya menjawab kebutuhan publik, termasuk perlindungan lingkungan dan penanganan bencana.

“Hal-hal yang seharusnya kita utamakan malah termarjinalkan. Kehidupan seluruh masyarakat Indonesia tidak diperhatikan karena adanya program prioritas melalui kampanye Prabowo-Gibran. Entah dari cakupan isu yang ada, karhutla, KDMP, MBG, dan sebagainya, kita satu suara tuntut turunkan Prabowo-Gibran,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan orasi dan meneriakkan yel-yel di depan Balai Kota Solo.

Baca Juga:  Aktivis Sampang Ragukan Kualitas Proyek Irigasi di Desa Plakaran

Mereka kemudian melanjutkan demonstrasi dengan berjalan kaki menuju Perempatan Gladak.

Sejumlah peserta aksi juga naik ke patung Jenderal Sudirman sambil membentangkan baliho berukuran besar berisi kritik terhadap pemerintah. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Seno

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Tribunsolo

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Probolinggo Sampaikan Duka Gugurnya Suraji Saat Bantu Padamkan Karhutla Bromo
BEM STIH Zainul Hasan Beri Tenggat 24 Jam kepada Satpol PP Probolinggo untuk Klarifikasi
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Prenduan Sumenep
Warga Binaan Rutan Sampang Meninggal Dunia, di RSUD Moh Zyn, Akibat Serangan Jantung
Tujuh Orang Diamankan Polisi di Probolinggo, Perselisihan Warga Masih Diselidiki
Pembangunan TPT Rp 150 Juta di Desa Patemon Disorot, Warga Pertanyakan Kualitas Material
Propam Selidiki Dugaan Perilaku Oknum Polisi terhadap Masyarakat di Probolinggo
Proses Eksekusi Tanah di Paiton Diwarnai Penolakan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Mahasiswa UNS Geruduk Balai Kota Solo, Tuntut Prabowo-Gibran Mundur

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:49 WIB

Polres Probolinggo Sampaikan Duka Gugurnya Suraji Saat Bantu Padamkan Karhutla Bromo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:57 WIB

BEM STIH Zainul Hasan Beri Tenggat 24 Jam kepada Satpol PP Probolinggo untuk Klarifikasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Prenduan Sumenep

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Warga Binaan Rutan Sampang Meninggal Dunia, di RSUD Moh Zyn, Akibat Serangan Jantung

Berita Terbaru

FOTO: H. Hairil Fajar (tengah), Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026 dari Infobank

Sabtu, 24 Okt 2026 - 12:36 WIB

FOTO: Bupati Fauzi pada upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026. @by_News9.id

NASIONAL

Bupati Fauzi Dorong Santri Sumenep Berperan dalam Pembangunan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 12:18 WIB