Masyarakat Desa Ranupane Untuk Tetap Waspada Terhadap Perkembangan Karhutla

- Redaktur

Kamis, 3 September 2026 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Petugas masih melakukan penanganan secara manual menggunakan gepyok dan semprotan air. @by_News9.id

FOTO: Petugas masih melakukan penanganan secara manual menggunakan gepyok dan semprotan air. @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Pengingat penting bagi masyarakat Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, untuk tetap waspada terhadap perkembangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Meski munculnya titik api baru di lereng gunung Semeru, hingga Rabu (02/09/2026) belum ada laporan asap yang berdampak ke permukiman, kondisi di kawasan pegunungan tetap perlu dipantau karena arah angin dapat berubah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan titik api ditemukan sekitar 400 meter dari Pos 1 jalur pendakian.

Dari perkiraan petugas di lapangan, lokasi tersebut berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga Ranupane.

“Petugas kami menemukan titik api baru 400 meter dari Pos 1. Perkiraan sekitar satu kilometer dari permukiman warga”, kata Isnugroho.

Saat ini, petugas masih melakukan penanganan secara manual menggunakan gepyok dan semprotan air.

Kondisi medan menjadi tantangan karena titik api berada di lereng dengan kemiringan ekstrem.

Baca Juga:  Antusiasme: 109 Klub Voli Sumenep Berlaga di Piala Bupati 2026

Kebutuhan air untuk penanganan juga harus dipenuhi dengan mengambil pasokan dari wilayah Ranupane.

 “Untuk saat ini masih ditangani secara manual oleh petugas”, ujarnya.

Bagi masyarakat, kondisi tersebut penting dipahami secara proporsional. Belum adanya dampak asap ke permukiman bukan berarti risiko dapat diabaikan, tetapi menunjukkan bahwa pemantauan dan kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.

Isnugroho menjelaskan, hingga Rabu arah angin bergerak ke barat, menuju kawasan Ranu Kumbolo. Kondisi tersebut membuat asap belum mengarah ke permukiman Ranupane.

“Belum ada dampak asap ke permukiman karena angin mengarah ke Kumbolo. Namun, masyarakat tetap harus waspada terhadap kemungkinan asap karhutla”, ungkap Isnugroho.

Karena itu, warga tidak perlu panik, tetapi juga tidak boleh lengah. Masyarakat di sekitar Ranupane diimbau mengikuti informasi dari pemerintah dan petugas, menghindari kawasan yang sedang ditangani, serta tidak mendekati titik api untuk melakukan pemadaman secara mandiri.

Baca Juga:  Aktivis Sampang Soroti Mutu Proyek Irigasi P3-TGAI di Desa Penyepen

Kewaspadaan juga berarti, segera menyampaikan informasi apabila warga menemukan asap atau titik api baru di sekitar wilayahnya.

Laporan lebih awal dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api berkembang dan berpotensi meluas.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa kondisi karhutla di kawasan pegunungan tidak hanya ditentukan oleh lokasi api.

Arah angin, kemiringan medan, ketersediaan air, dan akses menuju lokasi turut menentukan tingkat kesulitan penanganan sekaligus potensi sebaran asap.

Dari sisi keselamatan publik, pemahaman tersebut penting agar masyarakat tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum jelas.

Warga sebaiknya mengandalkan informasi resmi, terutama terkait perkembangan titik api, arah asap, maupun kemungkinan perubahan akses kawasan.

Sebagai langkah mitigasi, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) telah menutup sementara aktivitas pendakian Gunung Semeru menuju Ranu Kumbolo sejak karhutla berlangsung pada 26 Agustus 2026.

Baca Juga:  Pendampingan Fogging oleh Babinsa Bades: Komitmen Perangi DBD di Wilayah Binaan

Penutupan dilakukan untuk mengutamakan keselamatan sekaligus mendukung proses penanganan dan pemantauan kawasan.

Bagi masyarakat dan wisatawan, mematuhi penutupan kawasan merupakan bagian dari upaya bersama mengurangi risiko.

Selain melindungi diri sendiri, pembatasan aktivitas juga membantu petugas bekerja lebih aman tanpa terganggu aktivitas masyarakat di area terdampak.

Karhutla juga menjadi pengingat bahwa pencegahan merupakan tanggung jawab bersama.

Masyarakat dapat berperan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Dengan memahami kondisi secara tepat, masyarakat dapat tetap tenang sekaligus waspada.

Informasi yang benar, kepatuhan terhadap arahan petugas, dan laporan masyarakat secara cepat menjadi bagian penting untuk melindungi permukiman dan menjaga keselamatan bersama di sekitar kawasan Semeru. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Kris

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes-P2KB Sumenep Dituding Melindungi Kapus Masalembu
Pemdes Cermo dan Pokmas PTSL 2021 Tindaklanjuti Aduan Warga, Persoalan Sertifikat Mulai Mendapat Kejelasan
Take Over Kredit Ahli Waris, Bank Jatim Kangean Didesak Buka Dokumen
Sertifikat PTSL Diklaim Lunas Sejak 2021 Tak Kunjung Diterima, Warga Cermo Keluhkan Birokrasi “Bola Pingpong”
Warga Batang-Batang Temukan Mayat Perempuan Terbakar di Tengah Tegalan
Kebakaran Kembali Mengancam Jembatan Kaca Bromo, Polisi Kerahkan Pasukan 
Dugaan Rangkap Jabatan di Desa Kombang, Begini Respons Tegas Kepala DPMD Sumenep
Oknum Polisi Polsek Masalembu Diduga Sering Bolos
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 07:27 WIB

Masyarakat Desa Ranupane Untuk Tetap Waspada Terhadap Perkembangan Karhutla

Rabu, 2 September 2026 - 18:49 WIB

Dinkes-P2KB Sumenep Dituding Melindungi Kapus Masalembu

Rabu, 2 September 2026 - 09:30 WIB

Pemdes Cermo dan Pokmas PTSL 2021 Tindaklanjuti Aduan Warga, Persoalan Sertifikat Mulai Mendapat Kejelasan

Selasa, 1 September 2026 - 15:26 WIB

Take Over Kredit Ahli Waris, Bank Jatim Kangean Didesak Buka Dokumen

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Sertifikat PTSL Diklaim Lunas Sejak 2021 Tak Kunjung Diterima, Warga Cermo Keluhkan Birokrasi “Bola Pingpong”

Berita Terbaru

FOTO: Ludianto, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sumenep Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, @by_News9.id

DAERAH

Pemuda Muhammadiyah Sumenep Siap Kawal Perubahan Desil

Jumat, 4 Sep 2026 - 09:07 WIB

FOTO: Personel Satresnarkoba Polresta Sumenep saat mengamankan barang bukti. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 102 Botol Miras

Kamis, 3 Sep 2026 - 10:06 WIB