BANYUWANGI, NEWS9 – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan truk di Jalan Raya Jember–Banyuwangi, tepatnya di Dusun Wadung Kamidin, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Jumat (6/11/2026) dini hari, berdampak pada terganggunya arus lalu lintas dari kedua arah hingga siang hari.
Posisi badan truk tangki Pertamina yang melintang hampir menutup seluruh badan jalan menjadi penyebab utama tersendatnya arus kendaraan.
Akibatnya, pengguna jalan dari arah Jember maupun Banyuwangi harus mengantre dan melintas secara bergantian.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB tersebut melibatkan truk Mitsubishi Canter warna kuning hijau bernomor polisi P-8513-UR dengan truk UD tangki Pertamina warna merah putih bernomor polisi M-8062-UH.
Benturan kedua kendaraan mengakibatkan truk Canter terguling. Sementara truk tangki Pertamina berada dalam posisi melintang setelah bergerak ke sisi kanan jalan hingga menghantam pondasi sebuah bangunan ruko.
Kondisi tersebut membuat ruang gerak kendaraan yang melintas sangat terbatas. Antrean kendaraan dari kedua arah pun tidak terhindarkan, sehingga perjalanan masyarakat yang melintasi jalur utama penghubung Banyuwangi–Jember mengalami keterlambatan.
Menyikapi kondisi tersebut, anggota Unit Lalu Lintas Polsek Kalibaru bersama personel Polsek Glenmore turun langsung melakukan pengaturan arus kendaraan.
Sistem buka tutup diterapkan untuk memberikan kesempatan kepada kendaraan dari kedua arah agar tetap bisa melintas secara bergantian.
Pengaturan dilakukan secara intensif sembari menunggu proses penanganan dan evakuasi kendaraan yang mengalami kecelakaan.
Kapolsek Kalibaru AKP Achmad Junaedi, S.H., menjelaskan bahwa pengaturan lalu lintas dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus menjaga keamanan pengguna jalan di sekitar lokasi kejadian.
“Kami berupaya melakukan pengaturan lalu lintas agar kendaraan dari kedua arah tetap bisa melintas, meskipun harus secara bergantian. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan menjaga agar situasi di sekitar lokasi kecelakaan tetap aman dan terkendali,” jelasnya.
Kapolsek juga mengimbau para pengguna jalan agar tetap bersabar, mematuhi arahan petugas, serta tidak saling mendahului ketika melintas di sekitar lokasi kecelakaan.
Sementara itu, sejumlah pengguna jalan mengaku perjalanan mereka terganggu akibat posisi truk tangki yang hampir menutup seluruh akses jalan.
“Kami berharap proses evakuasi kendaraan bisa segera dilakukan karena jalur ini merupakan akses utama masyarakat. Akibat kecelakaan tersebut, perjalanan menjadi terhambat dan kendaraan harus mengantre cukup lama,” ungkap salah seorang pengguna jalan.
Meski demikian, pengguna jalan tersebut mengapresiasi kehadiran petugas kepolisian yang melakukan pengaturan lalu lintas dari kedua arah.
“Petugas sudah berupaya mengatur kendaraan agar tetap bisa melintas. Kami berharap proses penanganan segera selesai sehingga arus lalu lintas kembali normal,” imbuhnya.
Berdasarkan informasi awal yang diterima Unit Lalu Lintas Polsek Kalibaru, kecelakaan tersebut diduga dipicu pengemudi truk tangki Pertamina, Ari Yudha Wicaksono (29), yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat akibat rasa kantuk saat berkendara.
Truk tangki yang melaju dari arah barat menuju timur diduga oleng ke kanan hingga menabrak bagian kanan truk Canter yang dikemudikan Sang Sang (56), warga Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Akibat kejadian tersebut, pengemudi truk tangki mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis di RS Bhakti Husada Krikilan, Kecamatan Glenmore. Di dalam kendaraan tangki tersebut juga terdapat seorang penumpang bernama Mochamad Noer Udin (46), warga Kecamatan Kalipuro.
Lebih lanjut, Kapolsek Kalibaru mengingatkan para pengemudi, khususnya kendaraan besar dan angkutan barang, agar selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan.
“Jangan memaksakan diri berkendara ketika mengantuk atau kelelahan. Jika kondisi tubuh sudah tidak memungkinkan, segera berhenti di tempat aman untuk beristirahat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kecelakaan kendaraan besar tidak hanya berdampak terhadap pengemudi dan kendaraan yang terlibat, tetapi juga dapat mengganggu mobilitas masyarakat luas.
Kesiapan fisik, konsentrasi, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan. Sebab, kehilangan konsentrasi sesaat ketika berada di balik kemudi dapat berujung pada kecelakaan serius dan berdampak panjang bagi pengguna jalan lainnya. ***
Penulis : Toro
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









