BeritaPeristiwa

MBG Ramadan di Sampang Dikeluhkan, Wali Murid: Tak Seimbang untuk Tiga Hari

185
×

MBG Ramadan di Sampang Dikeluhkan, Wali Murid: Tak Seimbang untuk Tiga Hari

Sebarkan artikel ini
MBG Ramadan di Sampang Dikeluhkan, Wali Murid: Tak Seimbang untuk Tiga Hari
FOTO: Paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan saat Ramadan, @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Sejumlah wali murid di SDN Majengan 1, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, mengeluhkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan saat Ramadan, Kamis (26/2).

Paket yang diduga diperuntukkan untuk konsumsi tiga hari itu dinilai tidak seimbang baik dari sisi alokasi maupun nilai gizinya bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa.

Keluhan itu mencuat setelah para orang tua menerima rincian isi paket MBG milik anaknya.

Untuk siswa kelas 5, paket disebut berisi tiga susu kotak, dua roti, dua butir telur, satu buah jeruk, serta satu bungkus kurma ukuran sedang berisi enam butir.

Sementara untuk siswa kelas 1, paket terdiri atas dua susu kotak, dua roti, dua butir telur, satu jeruk, dan satu bungkus kecil kurma berisi empat butir.

Salah satu wali murid di Kecamatan Jrengik, Azis, mengatakan evaluasi menyeluruh terhadap menu MBG sangat diperlukan.

Menurut dia, asupan nutrisi yang cukup tetap dibutuhkan siswa meski sedang berpuasa, terlebih jika paket tersebut dimaksudkan untuk konsumsi selama tiga hari.

“Di bulan Ramadan ini , saya berharap menunya lebih diperhatikan. Anak-anak memang puasa, tapi tetap butuh asupan yang baik untuk berbuka,” ujar Azis, Kamis, (26/2), kepada News9.id.

Ia menilai komposisi paket yang diterima anaknya yang hanya terdiri atas susu kotak, roti olahan, telur ayam, jeruk, dan kurma belum mencerminkan kebutuhan gizi seimbang untuk beberapa hari.

Selain soal kualitas, Azis juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian nilai paket dengan alokasi anggaran.

Ia menyebut besaran yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) berada di kisaran Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per porsi per hari.

Jika dihitung untuk tiga hari, kata dia, nilainya seharusnya berkisar Rp24 ribu hingga Rp30 ribu per siswa, tergantung jenjang.

“Kayaknya paket menu MBG untuk porsi tiga hari tidak sampai Rp24 ribu atau Rp30 ribu di masing-masing jenjang,” ujarnya pria yang akrab di panggil Mat Terbang dengan nada kecewa.

Ia mengaku telah mencoba menelusuri perkiraan harga bahan di pasaran dan meyakini nilainya lebih rendah, terlebih jika pengadaan dilakukan secara grosir.

“Saya yakin di pasaran jauh harganya itu, apalagi sistem pembelanjaan secara grosir,” tambahnya.

Hingga kini belum diketahui secara pasti dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mana yang menyuplai paket tersebut.

Dugaan sementara mengarah pada dua dapur SPPG di Desa Taman, Kecamatan Jrengik.

Salah satu Kepala SPPG yang ada di Taman Ciken Abdillah Nauvally R. saat di konfirmasi News9.id, membantah keterlibatan dapurnya.

“Itu bukan dari dapur kami,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Kepala SPPG Garda Kosong Delapan, Indah Arisanti, yang juga dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.

News9.id akan terus berupaya menggali informasi penyuplai menu MBG tersebut, hingga memperoleh pemberitaan yang berimbang. ***

Tinggalkan Balasan

2