Absen Saat Didemo, Perwakilan PLN Sebut Manajer UP3 Madura Sedang Dinas Luar

- Redaktur

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Forum Pemuda Raas (FPR) saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT PLN (Persero) UP3 Madura di Pamekasan. @by_News9.id

FOTO: Forum Pemuda Raas (FPR) saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT PLN (Persero) UP3 Madura di Pamekasan. @by_News9.id

PAMEKASAN, NEWS9 – Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Pemuda Raas (FPR) kembali turun ke jalan dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT PLN (Persero) UP3 Madura di Pamekasan, Rabu (4/3).

Aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan mendalam masyarakat Raas atas buruknya pelayanan listrik yang kerap padam tanpa kejelasan.

Warga menilai janji perbaikan yang sebelumnya disampaikan pihak PLN hingga kini belum juga terealisasi.

Koordinator Lapangan aksi, Kurdiansyah, menyatakan massa datang bukan sekadar berorasi, melainkan menagih komitmen yang pernah disepakati dalam audiensi pada 17 November 2025.

Namun hingga kini, sejumlah poin kesepakatan dinilai masih menggantung tanpa realisasi.

“Kami sangat kecewa. Sejak 26 Februari lalu kami sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada UP3 Madura. Tapi hari ini Manajer UP3 Madura, Fahmi Fahresi, dan Manajer ULP Kangean, Khairul Ismail, justru tidak hadir menemui kami,” tegas Kurdiansyah di tengah aksi.

Menurutnya, ketidakhadiran pimpinan PLN tersebut semakin memperkuat dugaan adanya pengabaian terhadap aspirasi masyarakat kepulauan.

Baca Juga:  Triliunan Uang Negara Jadi Bancakan di Madura

Bahkan massa menilai komitmen perbaikan listrik yang selama ini disampaikan PLN hanya sebatas janji tanpa bukti.

“Jangan sampai masyarakat Raas terus dijadikan korban. Listrik padam sudah terlalu sering terjadi, sementara janji perbaikan hanya berputar di meja rapat,” tambahnya.

Sementara itu, pihak PLN UP3 Madura melalui perwakilannya, Anton, memberikan klarifikasi atas absennya jajaran manajemen.

Baca Juga:  Warga Kramian Bangun Jalan Sendiri, Pemerintah Desa dan Kabupaten Jadi Penonton

Ia membantah anggapan bahwa pimpinan PLN sengaja menghindari massa aksi.

“Manajer tidak hadir bukan karena menghindari aksi, tetapi sedang menjalankan perjalanan dinas,” ujar Anton di hadapan demonstran.

Meski demikian, pihak PLN menyatakan telah menerima seluruh poin tuntutan yang disampaikan massa.

Sebagai bentuk prosedur administrasi, PLN juga menerbitkan surat tanda terima resmi atas tuntutan tersebut.

“Tuntutan dari rekan-rekan mahasiswa akan kami terima secara resmi dan menjadi bahan kajian internal di UP3 Madura. Selanjutnya akan dibahas sebelum Manajer UP3 Madura dan ULP Kangean menandatangani pakta integritas yang diminta,” jelas Anton.

Persoalan listrik di Pulau Raas memang menjadi sorotan tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga:  Proyek Koperasi 'Dibajak': Pelaksana Ngaku Diperas Oknum Danramil

Pemadaman yang terjadi berulang kali dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

Kondisi tersebut semakin terasa berat karena terjadi di tengah momentum bulan suci Ramadan.

Forum Pemuda Raas menegaskan, jika tuntutan mereka kembali diabaikan dan pakta integritas tidak segera diteken, mereka siap membawa gelombang massa yang lebih besar.

Bagi warga kepulauan, listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan hak dasar yang seharusnya dipenuhi negara tanpa membedakan wilayah daratan maupun kepulauan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Ketua satgas, Patar Sihotang, S.H., M.H., @by_News9.id

DAERAH

PKN Bentuk Satgas Awasi Program MBG Nasional

Rabu, 2 Sep 2026 - 09:43 WIB

FOTO: Kapolsek Kromengan IPTU Riri Novianto saat mengunjungi lokasi bedah rumah. @by_News9.id

SOSIAL

Kapolsek Kromengan Kunjungi Lokasi Bedah Rumah Kromengan

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:38 WIB