Belum Beroperasi: Koperasi Merah Putih Desa Pangarangan Dinilai Tak Layak

- Editorial Team

Kamis, 17 September 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kepala Desa Pangarangan, Miskun Legiyono, saat menandatangani catatan bahwa bangunan Koperasi Merah Putih tersebut belum layak. @by_News9.id

FOTO: Kepala Desa Pangarangan, Miskun Legiyono, saat menandatangani catatan bahwa bangunan Koperasi Merah Putih tersebut belum layak. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kondisi bangunan Koperasi Merah Putih di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, dinilai belum layak digunakan.

Temuan tersebut mencuat saat dilakukan inspeksi oleh pihak Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep bersama Pemerintah Desa Pangarangan pada Kamis (17/9/2026).

Alih-alih menjadi pusat penggerak ekonomi masyarakat desa, kondisi fisik bangunan justru menuai kekecewaan.

Sejumlah bagian bangunan disebut dikerjakan dengan material yang dinilai tidak sesuai harapan dan kualitas konstruksinya dipertanyakan.

Kepala Desa Pangarangan, Miskun Legiyono, mengaku kecewa setelah melihat langsung kondisi bangunan tersebut.

Menurutnya, terdapat bagian dinding yang menggunakan material plafon dan bukan batu ringan sebagaimana yang diharapkan.

Baca Juga:  Kapolres Lamongan Cup Tahun 2025 Berlangsung Meriah Di Gor Lamongan Sport Center

Selain itu, bagian atap disebut menggunakan material galvalum yang sangat tipis sehingga telah menunjukkan tanda-tanda berkarat, padahal koperasi tersebut belum beroperasi.

“Dulu sempat dihentikan sementara waktu karena pembangunan Koperasi Merah Putih dinilai asal jadi dan bahannya sangat murah, sehingga cepat rusak,” kata Miskun Legiyono.

Dari hasil pengecekan di lokasi, konstruksi bangunan juga dinilai bermasalah karena posisi bangunan lebih rendah dibandingkan halaman di sekitarnya.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan air masuk dan menggenangi bangunan ketika hujan turun.

Ironisnya, bangunan yang belum digunakan saja sudah menghadapi persoalan konstruksi.

Baca Juga:  Perkuat Infrastruktur Desa, Babinsa Banyuputih Kidul dan Warga Kompak Bangun Drainase

Temuan lain yang dianggap cukup serius adalah penempatan fasilitas apotek yang berada dalam satu lokasi dengan gudang gas.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut aspek keamanan dan pengelolaan fasilitas.

“Tempat apotek disatukan dengan gudang gas. Ini yang fatal. Seharusnya lokasi gas harus lebih jauh dari tempat obat-obatan,” ungkap Kades Pangarangan.

Sementara itu, Halis dari Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep yang ikut melakukan pengecekan ke lokasi membenarkan adanya sejumlah kekurangan pada bangunan Koperasi Merah Putih di Desa Pangarangan.

Dia menyebut hasil pemeriksaan di lapangan akan menjadi bahan laporan kepada pemerintah pusat.

“Kami akan melaporkan ke pusat hasil dari kegiatan turun ke lokasi Koperasi Merah Putih. Catatan kami banyak sekali yang kurang,” tegasnya.

Pihak Dinas Koperasi bersama Pemerintah Desa Pangarangan kemudian membuat catatan khusus mengenai kondisi bangunan tersebut.

Baca Juga:  KMP Mutiara Santosa 2 Terbakar, 5 Tewas dan 41 Penumpang Hilang

Hasil pengecekan itu menjadi pertanyaan serius karena pembangunan fasilitas yang diproyeksikan menjadi salah satu instrumen penguatan ekonomi masyarakat justru dinilai belum memenuhi kelayakan untuk digunakan.

Bahkan, Kepala Desa Pangarangan telah menandatangani catatan bahwa bangunan Koperasi Merah Putih tersebut belum layak digunakan untuk sementara waktu. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Nola

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Prenduan Akui Pernah Tegur Aktivitas Pengerukan Tanah
Dugaan Kedekatan Direktur BPRS Bhakti Sumekar dengan Perempuan Asal Kangean
Suami Merantau Cari Nafkah, Istri di Rumah Selingkuh
Kebakaran Bengkel Tambal Ban di Pasar Sayur Caruban, Pemilik Alami Luka Bakar Serius 
Berkedok Bangun Toko, Pengerukan Tanah di Prenduan Ancam Permukiman dan Jalan Raya
Polisi Selidiki Tewasnya Pemuda di Wonomerto Probolinggo
Mobil Dinas Kepolisian Serobot Antrean Solar di SPBU Ganding
Diduga Ada Selisih 30 Kg Penyaluran Benih Padi Inpari 33 di Ganding, Poktan Minta Penjelasan BPP
Berita ini 165 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 12:45 WIB

Kades Prenduan Akui Pernah Tegur Aktivitas Pengerukan Tanah

Jumat, 6 November 2026 - 10:38 WIB

Dugaan Kedekatan Direktur BPRS Bhakti Sumekar dengan Perempuan Asal Kangean

Jumat, 6 November 2026 - 10:10 WIB

Suami Merantau Cari Nafkah, Istri di Rumah Selingkuh

Rabu, 4 November 2026 - 16:48 WIB

Berkedok Bangun Toko, Pengerukan Tanah di Prenduan Ancam Permukiman dan Jalan Raya

Senin, 2 November 2026 - 20:56 WIB

Polisi Selidiki Tewasnya Pemuda di Wonomerto Probolinggo

Berita Terbaru

FOTO: Lokasi aktivitas pengerukan tanah di Dusun Cecek, Desa Prenduan, @by_News9.id

PERISTIWA

Kades Prenduan Akui Pernah Tegur Aktivitas Pengerukan Tanah

Jumat, 6 Nov 2026 - 12:45 WIB

FOTO: (ilustrasi) Sang istri berinisial DS diduga menjalin hubungan spesial dengan laki-laki lain. @by_News9.id

PERISTIWA

Suami Merantau Cari Nafkah, Istri di Rumah Selingkuh

Jumat, 6 Nov 2026 - 10:10 WIB