Debat Publik Pertama: Alibi Paslon 02 Soal Penolakan Preservasi Jalan Tambelengan – Banyuates Terbongkar

- Redaktur

Kamis, 14 November 2024 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pasangan Calon (Paslon) nomor 02 saat Debat Publik ke 1, @by_News9.id

Foto: Pasangan Calon (Paslon) nomor 02 saat Debat Publik ke 1, @by_News9.id

SAMPANG, News9 – Pernyataan tidak mendasar atau asal bunyi dari salah satu Calon Bupati Pasangan Calon (Paslon) nomor 02 saat Debat Publik ke 1 oleh KPU Sampang Madura Jawa Timur tentang terjadinya Penolakan terhadap Proyek Preservasi Jalan Kedungdung – Bringkoning dan Tambelangan – Banyuates makin terkuak kebohonganya.

Pasalnya saat Debat Publik ke 1 di Studio JTV Jawa Timur, Senin malam (4/11/24) lalu, disebut oleh Calon Bupati dari Paslon nomor 02 bahwa tidak terealisasinya Proyek Preservasi itu akibat adanya Penolakan, padahal sudah ada Pemenang tendernya.

Baca Juga:  Satgas MBG Sampang Evaluasi Dapur SPPG di Tambelangan, Pastikan Standarisasi Terpenuhi

Pernyataan kontroversi berbau kebohongan publik tersebut sempat di bantah oleh Korlap Projo Kabupaten Sampang H Varis Resa Malik.

Ia menegaskan berdasarkan konfirmasi dengan Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali.

 

I Made Gede Widiasa tidak terealisasi dua paket Proyek Preservasi di Sampang tersebut bukan karena Penolakan tetapi akibat, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) nya belum keluar.

Baca Juga:  Raih 7 Penghargaan dari Lembaga Negara, Bukti Peran Aktif PKN dalam Pemberantasan Korupsi

 

Sehingga H Varis Resa Malik menilai pernyataan tersebut tidak berdasar dan cenderung hoax.

 

Handreyanzah Ketua Komunitas Relawan Sahabat MANDAT menggap alibi itu sebagai bentuk pengalihan tanggung jawab atas ketidak mampuan merealisasikan proyek tersebut.

 

Terkini, Alibi tidak berdasar itu makin terkuak saat kegiatan Kunjungan Kerja/Monitoring Komisi D DPRD Jawa Timur ke BBPJN Jawa Timur – Bali di Surabaya, Rabu (13/11/24).

Baca Juga:  Ramai Kritik Penebangan Pohon, Kadis PUTR Sumenep Janji Tebus dengan Penghijauan Baru

 

Menurut Nurul Huda SHi MH Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur yang ikut dalam Kunjungan Kerja/Monitoring, permasalahan tersebut sempat menjadi materi pembahasan.

 

Diungkap, salah satu Kepala Bidang Syifa dengan tegas menyatakan bahwa tidak terealisasinya Proyek itu murni karena Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) belum turun dan bukan karena terjadinya penolakan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PSI Lumajang Bantah Mosi Tak Percaya, Ketua Harian: Mereka Bukan Pengurus DPC
Diterima Semua Kalangan, Muchlis Yakin Ra Fahmi Mampu Bawa PKB Menang
PDIP Sumenep Perkuat Barisan dan Pasang Target 15 Kursi DPRD
Dr. Zein: Mengalihkan Pilkada ke DPRD adalah Kemunduran Konstitusional
Mesin Politik PSI Sumenep Resmi Mulai Kerja
Sistem Pilkada Ditangan DPRD, Demokrat Tetap Satu Barisan dengan Presiden Prabowo
Eva Hestiyawati Jadi Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Banyuwangi 
Said Kembali Nahkodai PDIP Jatim, Target 5 Juta Suara dan 50 Ribu Startup Dipatok
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:35 WIB

PSI Lumajang Bantah Mosi Tak Percaya, Ketua Harian: Mereka Bukan Pengurus DPC

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:04 WIB

Diterima Semua Kalangan, Muchlis Yakin Ra Fahmi Mampu Bawa PKB Menang

Minggu, 26 April 2026 - 21:13 WIB

PDIP Sumenep Perkuat Barisan dan Pasang Target 15 Kursi DPRD

Senin, 19 Januari 2026 - 17:48 WIB

Dr. Zein: Mengalihkan Pilkada ke DPRD adalah Kemunduran Konstitusional

Rabu, 7 Januari 2026 - 21:01 WIB

Mesin Politik PSI Sumenep Resmi Mulai Kerja

Berita Terbaru

FOTO: Farid Azziyadi, Aktivis pemerhati petani. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

PT Djarum Belum Pastikan Serapan Tembakau Madura

Rabu, 26 Agu 2026 - 09:59 WIB