Oknum Ustadz Diduga Rampas Harta Tunanetra di Arjasa

- Editorial Team

Kamis, 24 April 2025 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pria berinisial SR, yang dikenal sebagai ustadz di lingkungannya, @by_News9.id

Foto: Pria berinisial SR, yang dikenal sebagai ustadz di lingkungannya, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pria berinisial SR, yang dikenal sebagai ustadz di lingkungannya, diduga melakukan tindak pencurian dengan pemberatan terhadap seorang warga penyandang disabilitas di Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada 17 April 2025 dan telah dilaporkan ke Polsek Kangean dengan nomor laporan: LP/B/18/IV/2025/Polres Sumenep.

SR, warga Desa Pajennangger, Kecamatan Arjasa, bersama tiga rekannya, diduga membobol rumah milik Bustam, seorang tunanetra dengan kondisi kaki tidak sempurna saat rumah dalam keadaan kosong.

Baca Juga:  DPK Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia Pulau Sapudi Nyasar Kaum Duafa

Mereka membawa kabur sejumlah peralatan pertukangan milik korban yang ditaksir mencapai total nilai lebih dari Rp67 juta.

Mirisnya, tindakan itu diduga bermula dari persoalan hutang piutang antara Bustam dan orang tua SR terkait pembelian kayu jati.

Dari total utang sebesar Rp18 juta, Bustam diketahui telah membayar Rp8 juta dan telah berjanji untuk melunasi sisa Rp10 juta pada 15 Maret 2025.

Baca Juga:  Kirab Ageng Mendo Suro, Ruwat Desa Petahunan Dihadiri Bintang Film Yessy Gusman

Namun, karena kondisi ekonomi yang sulit, ia meminta penundaan pembayaran.

Alih-alih menerima permintaan tersebut, SR justru bertindak nekat.

Saat Bustam sedang bekerja di Pulau Sepanjang dan rumah dalam keadaan kosong, SR bersama rekan-rekannya menyatroni kediaman korban dan mengambil sejumlah barang berharga.

“Saya sudah hubungi dia dan minta tunggu saya pulang untuk bicara baik-baik, tapi dia menolak. Dia malah langsung masuk rumah dan ambil barang-barang saya,” ujar Bustam dengan nada kecewa.

Peristiwa itu memicu kemarahan warga sekitar.

“Tak pantas disebut ustadz kalau perlakuannya seperti preman,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga berharap pihak berwajib menindak tegas pelaku, mengingat korban adalah seorang penyandang disabilitas yang seharusnya mendapat perlindungan, bukan perlakuan tidak manusiawi. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Sampang Ringkus Menantu Yang Habisi Nyawa Mertuanya
Polresta Sumenep Sita Bukti Kasus Dugaan Penebangan Liar
Polisi Rekonstruksi Dugaan Pembunuhan Wanita yang Ditemukan dalam Sumur
Kasus Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep Tinggal Tunggu Penetapan Tersangka
Sudah Jadi Tersangka, Perkara Mantan Legislator Sumenep Belum Dilimpahkan
Chat Terbongkar, Pelaku Perkosaan dan Cabul Anak Diringkus Polisi
Kasus Dugaan Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep Belum Ada Kepastian Hukum
Sekjen PPMI Nasional Soal Vonis Banding Kasus Andrie Yunus: Ada Cawe-cawe Militer
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:28 WIB

Polres Sampang Ringkus Menantu Yang Habisi Nyawa Mertuanya

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Polresta Sumenep Sita Bukti Kasus Dugaan Penebangan Liar

Sabtu, 19 September 2026 - 11:55 WIB

Polisi Rekonstruksi Dugaan Pembunuhan Wanita yang Ditemukan dalam Sumur

Jumat, 18 September 2026 - 12:52 WIB

Kasus Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep Tinggal Tunggu Penetapan Tersangka

Sabtu, 12 September 2026 - 21:05 WIB

Sudah Jadi Tersangka, Perkara Mantan Legislator Sumenep Belum Dilimpahkan

Berita Terbaru

FOTO: Anggota PWRI Sumenep mengikuti agenda Cator Jurnalistik. @by_News9.d

DAERAH

Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep

Rabu, 30 Sep 2026 - 17:05 WIB

FOTO: Spanetsa FC, tim futsal SMP Negeri 3 Sampang, @by_News9.id

OLAHRAGA

Spanetsa FC Juara SAF League Vol 1 2026

Rabu, 30 Sep 2026 - 09:49 WIB