Warga dan Ulama Guluk-Guluk Sumenep Tolak Lokasi PLTS

- Redaktur

Minggu, 4 Mei 2025 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Warga dari Dewan Persatuan Kiai-Santri dan Rakyat (Dewan Pakar) Sumenep. @by_News9.id

Foto: Warga dari Dewan Persatuan Kiai-Santri dan Rakyat (Dewan Pakar) Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Penolakan keras datang dari warga, masyayikh, kiai, guru, dan pemilik lahan di Desa Guluk-Guluk dan Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura.

Mereka menyuarakan keberatan terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah tersebut.

Melalui pernyataan resmi yang dibacakan pada 1 Mei 2025, mereka menegaskan bahwa penolakan tersebut dilandaskan pada sejumlah alasan ekologis, sosial, dan spiritual.

“Wilayah yang direncanakan untuk pembangunan PLTS merupakan paru-paru Guluk-Guluk Timur,” tegas perwakilan warga dari Dewan Persatuan Kiai-Santri dan Rakyat (Dewan Pakar) Sumenep, Minggu (4/5/2025).

Kepada News9.id, mereka menilai tutupan pohon di kawasan itu berperan vital dalam menjaga ekosistem lokal dan melindungi sumber daya air.

Baca Juga:  Jembatan Penghubung Dua Desa di Jalan Kabupaten Kecamatan Pasirian Rusak Parah, Warga Nekat Melintas

Adapun empat poin utama penolakan tersebut meliputi:

1. Kerusakan ekosistem: Penebangan pohon secara besar-besaran akan menghancurkan zona hijau dan keanekaragaman hayati, serta menurunkan daya serap air tanah, yang selama ini menjadi benteng alami terhadap banjir.

2. Kekeringan dan hilangnya mata air: Dampak jangka panjang dari perubahan lanskap akan mengakibatkan hilangnya sumber air, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, pondok pesantren, dan lahan pertanian.

Baca Juga:  Satgas TMMD ke-123 Kodim 0821/Lumajang Rampungkan Pembuatan Prasasti TMMD di Dusun Tugu

3. Pelanggaran etika lingkungan: Lahan yang ditargetkan adalah lahan subur dan produktif, yang seharusnya tidak dijadikan lokasi proyek industri energi, berdasarkan prinsip-prinsip AMDAL.

4. Ketidakadilan ekologis: Warga menilai bahwa proyek ini justru mengancam masa depan ekologis dan berpotensi memiskinkan masyarakat dalam jangka panjang akibat rusaknya keseimbangan alam.

“Kami tidak menolak energi terbarukan,” lanjut pernyataan tersebut, “tetapi kami menolak lokasi yang salah dan mengorbankan ekosistem serta masa depan generasi penerus.”

Sebagai alternatif, warga mengusulkan solusi energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan berkeadilan, seperti pengembangan agrovoltaik di lahan non-produktif.

Baca Juga:  Ucapan Kanit Reskrim Polsek Masalembu, Diduga Rendahkan Profesi Jurnalis

Kemudian, PLTS atap dan mikrogrid komunitas, serta PLTS terapung di waduk atau perairan yang tersedia di lokasi lain.

Dewan Pakar Sumenep menekankan pentingnya pembangunan yang melibatkan suara masyarakat dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan secara utuh. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Farid Azziyadi, Aktivis pemerhati petani. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

PT Djarum Belum Pastikan Serapan Tembakau Madura

Rabu, 26 Agu 2026 - 09:59 WIB