BeritaPeristiwa

Gedung Sekolah Nyaris Roboh, Siswa SDN Banjar Billah 1 Belajar dengan Rasa Waswas

372
×

Gedung Sekolah Nyaris Roboh, Siswa SDN Banjar Billah 1 Belajar dengan Rasa Waswas

Sebarkan artikel ini
Foto: Kondisi UPTD SDN 1 Banjar billah Tambelangan Sampang yang memprihatinkan. @by_News9.id
Foto: Kondisi UPTD SDN 1 Banjar billah Tambelangan Sampang yang memprihatinkan. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Banjar Billah 1 di Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, kian memprihatinkan.

Pantauan kontributor News.9 di lapangan, gedung sekolah tersebut mengalami kerusakan serius di berbagai sudut.dan atap yang melengkung.

Struktur bangunan terlihat keropos, dinding dan lantai retak, serta tampak kemiringan yang mencolok di beberapa bagian.

H.A. Mudofar, S.Pd, Kepala Sekolah SDN Banjar Billah 1, mengungkapkan bahwa keterbatasan ruang belajar telah lama menjadi persoalan mendesak.

Bahkan, bangunan yang ada pun dinilai sudah tidak layak digunakan sebagai tempat belajar.

“Pengajuan untuk penambahan ruang kelas dan renovasi sudah sering kami sampaikan ke pihak terkait, namun hingga hari ini belum ada bantuan pembangunan ruang kelas baru, termasuk perpustakaan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (14/5).

Lebih lanjut tutur Mudofar, sejak tahun 2020, para siswa terpaksa belajar di ruang-ruang yang disekat seadanya, termasuk memanfaatkan perpustakaan yang nyaris ambruk.

Ia menyebut kondisi itu tak hanya mengganggu proses belajar, tapi juga membahayakan keselamatan siswa dan guru.

“Kami punya gedung, tapi kondisinya retak-retak dan sudah tampak miring. Belajar di dalamnya membuat kami dihantui rasa takut. Kami khawatir sewaktu-waktu bisa roboh,” tuturnya lirih.

Sayangnya, hingga berita ini terbit, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Abdul Rahman, yang dikonfirmasi oleh reporter News9.id, belum memberikan tanggapan.

Ia memilih bungkam terkait kondisi memprihatinkan sekolah tersebut.

Kondisi ini menambah deretan potret buram infrastruktur pendidikan di daerah.

Ketika semangat belajar murid dan tenaga pengajar tak dibarengi dengan perhatian serius dari pemerintah, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar kualitas pendidikan, melainkan juga nyawa. ***

Tinggalkan Balasan

>