Dukung Program Korlantas Polri, Polres Sampang Gencarkan Sosialisasi ODOL

- Editorial Team

Jumat, 13 Juni 2025 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Jajaran Polres Sampang saat tertibkan kendaraan bertonase berat yang melebihi kapasitas dan dimensi standar (ODOL – Over Dimension and Over Loading). @by_News9.id

FOTO: Jajaran Polres Sampang saat tertibkan kendaraan bertonase berat yang melebihi kapasitas dan dimensi standar (ODOL – Over Dimension and Over Loading). @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Arus kendaraan bertonase berat yang melebihi kapasitas dan dimensi standar (ODOL – Over Dimension and Over Loading) masih kerap dijumpai di sejumlah ruas jalan Kabupaten Sampang, Madura.

Kondisi ini bukan hanya meresahkan pengguna jalan lainnya, tapi juga memperparah kerusakan infrastruktur yang berdampak jangka panjang.

Menanggapi hal tersebut, Kepolisian Resor Sampang mengambil langkah serius dengan menggencarkan kampanye dan edukasi publik untuk mendukung program nasional “Indonesia Menuju Zero ODOL”.

Kegiatan ini dimulai sejak 1 Juni 2025 dan menjadi bagian dari instruksi langsung Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho.

Kasat Lantas Polres Sampang, AKP Sigit Ekan Sahudi, saat ditemui media News9.id menjelaskan bahwa pendekatan persuasif menjadi strategi utama dalam tahapan awal kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Narkoba di Masalembu, Anggota DPRD Sumenep Desak Aparat Sikat Bandar

Sosialisasi dilakukan secara masif kepada pelaku usaha transportasi, pemilik kendaraan, hingga masyarakat luas untuk menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi kendaraan.

“Selama bulan Juni, kami fokus pada penyampaian informasi dan ajakan langsung kepada para pemilik kendaraan ODOL. Tujuannya agar mereka memahami risiko yang ditimbulkan, baik dari sisi keselamatan pengguna jalan maupun dampaknya terhadap kondisi jalan yang cepat rusak,” terang AKP Sigit.

Tak hanya berhenti pada sosialisasi, tahapan penindakan juga telah disusun secara sistematis. Usai masa edukasi yang berlangsung hingga 30 Juni 2025, Polres Sampang akan memasuki fase peringatan pada 1–13 Juli 2025.

Baca Juga:  Ratusan Tenaga Non-ASN Tuntut Kepastian Nasib ke Presiden Prabowo

Selanjutnya, tindakan tegas akan diberlakukan mulai 14 Juli hingga 27 Juli 2025 sebagai bentuk penegakan hukum bagi pelanggar yang tidak mengindahkan peringatan sebelumnya.

“Program ini adalah bentuk nyata dukungan terhadap sistem transportasi nasional yang aman dan berkelanjutan. Kami tidak bisa bekerja sendiri, maka kami mengajak semua pihak terutama pelaku usaha untuk ikut berperan aktif,” imbuh AKP Sigit.

Sejumlah titik rawan yang sering dilalui kendaraan ODOL juga menjadi fokus pengawasan. Penertiban dilakukan bersama instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sampang.

Baca Juga:  Pererat Ukhuwah dan Tradisi Lokal, Pemuda Kapedi Akan Gelar Maulid Nabi & Rokat Kampong

Melalui pendekatan kolaboratif ini, Polres Sampang menaruh harapan besar agar tidak ada lagi kendaraan bermuatan dan berdimensi melebihi ketentuan yang beroperasi di wilayahnya.

“Bagi pemilik kendaraan ODOL, kami imbau agar segera melakukan normalisasi kendaraan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah. Jangan sampai menunggu sampai tahap penindakan, karena sanksinya cukup berat,” tutup AKP Sigit dalam pernyataan resminya.

Dengan langkah progresif ini, Kabupaten Sampang diharapkan menjadi contoh dalam implementasi kebijakan Zero ODOL di daerah, demi keselamatan dan ketertiban lalu lintas yang lebih baik. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah
Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi
IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:45 WIB

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Berita Terbaru

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB

FOTO: IMI dalam Aksi Demonstrasi di Universitas PGRI Sumenep. @by_News9.id

DAERAH

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:45 WIB