BeritaHukrim

RSUD Abuya Tercoreng Skandal Narkoba, Warga Desak Direktur Dicopot

1341
×

RSUD Abuya Tercoreng Skandal Narkoba, Warga Desak Direktur Dicopot

Sebarkan artikel ini
FOTO: (ilustrasi) Penangkapan oleh aparat gabungan dari Polsek Arjasa dan Koramil Kangean. @by_News9.id
FOTO: (ilustrasi) Penangkapan oleh aparat gabungan dari Polsek Arjasa dan Koramil Kangean. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Penangkapan tiga orang di area RSUD Abuya Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, memantik kegaduhan publik dan memicu desakan pencopotan direktur rumah sakit.

Tiga orang tersebut diamankan aparat gabungan dari Polsek Arjasa dan Koramil Kangean pada Selasa (24/6/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.

Ironisnya, satu pelaku merupakan petugas keamanan RSUD Abuya, sementara dua lainnya diduga mahasiswa.

Mereka tertangkap basah sedang mengonsumsi sabu di ruang keamanan rumah sakit.

Informasi penangkapan tersebut dibenarkan sumber internal kepolisian.

“Benar mas, penangkapan dilakukan di ruang security RSUD Abuya. Inisialnya F, D, dan R. Satu petugas keamanan dan dua diduga mahasiswa,” ungkap seorang aparat kepada kontributor NEWS9.id, Jumat (27/6/2025).

Namun hingga berita ini diterbitkan, Direktur RSUD Abuya, Dayat, belum memberikan keterangan resmi meski sudah dihubungi.

Hal senada juga disampaikan Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, SH, yang masih enggan membeberkan detail kasus tersebut.

“Saya cek,” jawabnya singkat saat dikonfirmasi, Jumat (27/6/2025).

Kasus tersebut langsung memantik reaksi keras warga. Aliansi Masyarakat Kangean mendesak Bupati Sumenep segera mencopot Direktur RSUD Abuya.

Mereka menilai manajemen rumah sakit lalai dalam rekrutmen karyawan sehingga membuka ruang terjadinya penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja.

“Kami minta Direktur RSUD Abuya dicopot! Rekrutmen karyawannya ngawur. Kalau dibiarkan, rumah sakit ini bukan melindungi masyarakat, tapi justru jadi ancaman,” tegas salah satu perwakilan Aliansi Masyarakat Kangean.

Skandal tersebut menambah catatan buruk RSUD Abuya, yang sebelumnya juga beberapa kali disorot soal buruknya fasilitas dan mutu pelayanan.

Warga berharap kasus tersebut tidak berakhir di tengah jalan dan seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku. ***

Tinggalkan Balasan

>