PALANGKARAYA, NEWS9 – Cipayung Plus Jawa Timur bersama Cipayung Plus Kalimantan Tengah menggelar kegiatan Cangkrukan Kebangsaan sebagai ruang diskusi strategis lintas daerah dalam mendorong penguatan ekonomi kepemudaan berbasis sektor riil, khususnya di bidang pertanian, peternakan, dan UMKM.
Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi gagasan dan pertukaran perspektif antar organisasi kepemudaan dalam merespons tantangan ekonomi saat ini, termasuk isu ketahanan pangan, keterbatasan akses modal, hingga minimnya regenerasi pelaku usaha di sektor agraris.
Dalam forum tersebut, para peserta menyoroti bahwa sektor pertanian, peternakan, dan perikanan masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh generasi muda.
Namun demikian, diperlukan keberpihakan kebijakan, pendampingan berkelanjutan, serta akses terhadap teknologi dan pasar agar sektor ini mampu menjadi tulang punggung ekonomi kepemudaan.
Hendra Prayogi Koordinator Cipayung Plus Jatim menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar diskusi, tetapi langkah awal untuk membangun gerakan kolektif pemuda dalam mengoptimalkan potensi lokal di masing-masing daerah.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam sektor strategis seperti pertanian dan perikanan. Sudah saatnya pemuda tampil sebagai pelaku utama yang inovatif, produktif, dan berdaya saing,” tegas Ketua DPD GMNI Jatim, Rabu (23/4/).
Selain itu, forum ini juga mendorong adanya sinergi antara organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Hasil dari Cangkrukan Kebangsaan ini akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bentuk kontribusi nyata pemuda dalam pembangunan ekonomi nasional berbasis potensi daerah.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas wilayah dalam mengembangkan program-program konkret yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi pemuda. ***













>