Ketua DPC PWRI Sumenep Sebut Tudingan SKK Migas-KEI Lecehkan Marwah Pers

- Redaktur

Kamis, 3 Juli 2025 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (istimewa) Rusydiyono, Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumenep. @by_News9.id

FOTO: (istimewa) Rusydiyono, Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pernyataan kontroversial SKK Migas – Kangean Energy Indonesia (KEI) yang menuding media lokal sebagai provokator penolakan warga terhadap aktivitas eksplorasi migas, menuai reaksi keras dari insan pers di Sumenep.

Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumenep, Rusydiyono, menegaskan bahwa SKK Migas juga harus bertanggung jawab atas manuver komunikasi KEI yang dinilainya gegabah dan merugikan profesi jurnalis.

“Kami bekerja untuk masyarakat, bukan untuk perusahaan atau penguasa. Jika ada pernyataan yang merugikan, jalur hukum akan kami tempuh,” tegas Yono, sapaan akrabnya, Kamis (3/7/2025).

Ia mendesak manajemen KEI segera melakukan evaluasi internal serta memperbaiki pola komunikasi publik.

“Seharusnya mereka introspeksi, bukan malah menyalahkan media. Kami akan kawal isu ini sampai tuntas,” imbuhnya.

Sebelumnya, 10 organisasi wartawan di Kabupaten Sumenep melayangkan protes keras terhadap rilis pers resmi KEI yang dinilai melecehkan profesi wartawan.

Baca Juga:  Miris! Bayi Tak Berdosa Ditemukan di Teras Masjid, Pj Kades Pamolokan Angkat Suara

Mereka menilai tudingan KEI yang menyebut media lokal sebagai biang penolakan warga merupakan fitnah sepihak dan merendahkan integritas jurnalistik.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep, M. Syamsul Arifin, juga mengecam keras rilis tersebut karena mencederai etika komunikasi publik dan menimbulkan keresahan di kalangan jurnalis.

“Pernyataan resmi PT KEI itu tidak hanya menyesatkan, tapi juga memperkeruh suasana. Kami jurnalis bekerja berdasarkan fakta dan verifikasi, bukan memprovokasi. Tuduhan itu tidak bisa diterima,” tegas Syamsul.

Menurutnya, bila merasa dirugikan, pihak KEI seharusnya menggunakan hak jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers, bukan justru menyerang media secara sepihak.

“Kalau keberatan, gunakan mekanisme hak jawab. Bukan melempar rilis tendensius,” tambahnya.

Syamsul mendesak manajemen KEI segera memberikan klarifikasi terbuka dan bertanggung jawab menyikapi dinamika sosial di lapangan.

“Sangat disayangkan, perusahaan sebesar KEI justru mengeluarkan pernyataan tak berdasar yang melecehkan profesi wartawan. Kami menunggu klarifikasi terbuka,” ujarnya.

Senada, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumenep, Supanji, menilai pola komunikasi publik KEI terkesan arogan dan kontraproduktif.

“Alih-alih meredakan situasi, pernyataan mereka malah memperkeruh suasana dengan menuding media. Ini pola komunikasi publik yang buruk. Seharusnya membangun dialog, bukan melempar tudingan,” tegasnya.

Supanji menuntut KEI mencabut pernyataan tersebut dan meminta maaf secara terbuka.

“Kami minta rilis itu dicabut dan permintaan maaf disampaikan di depan publik. Ini soal harga diri profesi, bukan sekadar media mana,” tandasnya.

Jika manajemen KEI tetap bergeming, seluruh organisasi wartawan di Sumenep sepakat akan melayangkan somasi resmi.

Baca Juga:  Kapolsek Sambeng Gelar Razia Penertiban Kendaraan Bermotor di Sekolah, 24 Motor Diamankan

Adapun 10 organisasi wartawan yang bersuara yakni PWI Sumenep, JMSI, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), Ikatan Wartawan Online (IWO), Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS), PWRI, Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), Media Independen Online (MIO), dan Aliansi Jurnalis Sumekar (AJS). ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama jajaran pemerintah daerah saat audiensi  dengan Kemenhub Republik Indonesia. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut

Senin, 24 Agu 2026 - 15:14 WIB

FOTO: H. Gufron, saat proses pembelian dengan pemeriksaan dan penilaian kualitas tembakau di gudang utama Haswal Group. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

Siap Serap Hasil Panen Tembakau, Haswal Group Buka Pembelian Perdana

Senin, 24 Agu 2026 - 14:51 WIB