Warning: opendir(/home/omah2581/public_html/news9.id/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /home/omah2581/public_html/news9.id/wp-includes/load.php on line 981
Intrik Kotor Seleksi KIP UIN Madura, Mahasiswa Berprestasi Disingkirkan - News 9
BeritaPeristiwa

Intrik Kotor Seleksi KIP UIN Madura, Mahasiswa Berprestasi Disingkirkan

229
×

Intrik Kotor Seleksi KIP UIN Madura, Mahasiswa Berprestasi Disingkirkan

Sebarkan artikel ini
Intrik Kotor Seleksi KIP UIN Madura, Mahasiswa Berprestasi Disingkirkan
FOTO: Gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. @by_News9.id

PAMEKASAN, NEWS9 – Aroma intrik dalam proses seleksi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIN Madura kian menyeruak.

Dua mahasiswa asal Sumenep seorang mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu dan seorang mahasiswa yatim piatu dinyatakan gagal lolos, padahal hasil survei internal kampus menyebut keduanya sangat layak menerima bantuan pendidikan tersebut.

Informasi yang dihimpun mengungkapkan bahwa nilai survei kelayakan keduanya berada pada kategori maksimal sesuai instrumen penilaian kampus.

Salah satu anggota tim survei, Ahmad Faidi Haris, menegaskan bahwa indikator ekonomi, kondisi keluarga, dan hasil verifikasi lapangan dua mahasiswa itu sangat memenuhi syarat objektif.

“Kalau hasil survei kami, dua mahasiswa itu memang sangat layak dapat KIP, hampir seratus persen nilai kelayakannya,” ujarnya dikutip, Selasa (25/11/2025).

Namun, Faidi mengaku heran ketika hasil akhir justru menyatakan keduanya gagal tanpa penjelasan memadai.

“Kami sudah objektif di lapangan. Tapi hasil akhirnya, anak itu gagal. Padahal saya tahu sendiri kondisi keluarganya dan prestasinya,” tambahnya.

Ia juga mengungkap bahwa bukan hanya mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu yang gugur, tetapi juga seorang mahasiswa yatim piatu asal Legung, Sumenep, yang tinggal bersama neneknya.

Sumber internal kampus membeberkan adanya kebijakan tak tertulis terkait pertimbangan mahasiswa yang sebelumnya menerima bantuan UKT sebesar Rp200 ribu.

Namun temuan di lapangan menunjukkan bahwa mahasiswa penerima UKT tetap ada yang lolos KIP, sementara yang lain dengan kondisi serupa justru tersisih.

Hal itu semakin menguatkan dugaan adanya ketidakkonsistenan mekanisme seleksi.

Tahun ini, UIN Madura juga mengalami pemangkasan kuota KIP menjadi 200 penerima saja, dari sebelumnya 300, untuk sekitar 70 program studi.

“Rata-rata per prodi cuma dapat 2–3 kuota. Ada efisiensi. Informasinya, ada yang gugur karena sudah dapat UKT sehingga kalah saing, meski itu tidak tertulis dalam aturan,” ungkap salah satu sumber internal.

Seorang sumber internal lainnya memastikan bahwa mahasiswa yang gagal tidak bisa mengajukan banding karena seluruh data sudah terkirim ke kementerian.

“Setelah datanya masuk pusat, tidak bisa diubah. Sudah final,” tegasnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi resmi kepada Wakil Rektor III UIN Madura, Dr. H. Mohammad Ali Al Humaidy, belum mendapatkan jawaban langsung.

Melalui rekannya, Tadjul Arifien R, yang merupakan salah satu TA Bupati Sumenep, menyampaikan bahwa proses seleksi kini memasuki tahap akhir.

“Datanya sudah masuk ke kementerian. Sekarang tahap penyetoran rekening. Kalau sebelumnya disampaikan, mungkin masih bisa diperjuangkan,” kata Tadjul mengutip pernyataan Warek III Malhum, Rabu (26/11).

Hingga detik ini, pihak kampus belum memberikan alasan jelas terkait gugurnya dua mahasiswa yang oleh tim survei dinilai sangat layak menerima KIP. ***

Tinggalkan Balasan

2