Intrik Kotor Seleksi KIP UIN Madura, Mahasiswa Berprestasi Disingkirkan

- Penulis

Kamis, 27 November 2025 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. @by_News9.id

FOTO: Gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. @by_News9.id

PAMEKASAN, NEWS9 – Aroma intrik dalam proses seleksi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UIN Madura kian menyeruak.

Dua mahasiswa asal Sumenep seorang mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu dan seorang mahasiswa yatim piatu dinyatakan gagal lolos, padahal hasil survei internal kampus menyebut keduanya sangat layak menerima bantuan pendidikan tersebut.

Informasi yang dihimpun mengungkapkan bahwa nilai survei kelayakan keduanya berada pada kategori maksimal sesuai instrumen penilaian kampus.

Salah satu anggota tim survei, Ahmad Faidi Haris, menegaskan bahwa indikator ekonomi, kondisi keluarga, dan hasil verifikasi lapangan dua mahasiswa itu sangat memenuhi syarat objektif.

“Kalau hasil survei kami, dua mahasiswa itu memang sangat layak dapat KIP, hampir seratus persen nilai kelayakannya,” ujarnya dikutip, Selasa (25/11/2025).

Namun, Faidi mengaku heran ketika hasil akhir justru menyatakan keduanya gagal tanpa penjelasan memadai.

“Kami sudah objektif di lapangan. Tapi hasil akhirnya, anak itu gagal. Padahal saya tahu sendiri kondisi keluarganya dan prestasinya,” tambahnya.

Ia juga mengungkap bahwa bukan hanya mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu yang gugur, tetapi juga seorang mahasiswa yatim piatu asal Legung, Sumenep, yang tinggal bersama neneknya.

Baca Juga:  PT KAI Resmi Menutup Perlintasan Sebidang untuk Roda Empat di Jalan Pahlawan Lamongan

Sumber internal kampus membeberkan adanya kebijakan tak tertulis terkait pertimbangan mahasiswa yang sebelumnya menerima bantuan UKT sebesar Rp200 ribu.

Namun temuan di lapangan menunjukkan bahwa mahasiswa penerima UKT tetap ada yang lolos KIP, sementara yang lain dengan kondisi serupa justru tersisih.

Baca Juga:  Kolam Terbengkalai di Sampang Jadi Habitat Reptil, Ular Sepanjang 3 Meter Ditemukan Warga

Hal itu semakin menguatkan dugaan adanya ketidakkonsistenan mekanisme seleksi.

Tahun ini, UIN Madura juga mengalami pemangkasan kuota KIP menjadi 200 penerima saja, dari sebelumnya 300, untuk sekitar 70 program studi.

“Rata-rata per prodi cuma dapat 2–3 kuota. Ada efisiensi. Informasinya, ada yang gugur karena sudah dapat UKT sehingga kalah saing, meski itu tidak tertulis dalam aturan,” ungkap salah satu sumber internal.

Seorang sumber internal lainnya memastikan bahwa mahasiswa yang gagal tidak bisa mengajukan banding karena seluruh data sudah terkirim ke kementerian.

“Setelah datanya masuk pusat, tidak bisa diubah. Sudah final,” tegasnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi resmi kepada Wakil Rektor III UIN Madura, Dr. H. Mohammad Ali Al Humaidy, belum mendapatkan jawaban langsung.

Baca Juga:  Tingkatkan Kesejahteraan, Pemkab Sumenep Dorong Literasi Keuangan

Melalui rekannya, Tadjul Arifien R, yang merupakan salah satu TA Bupati Sumenep, menyampaikan bahwa proses seleksi kini memasuki tahap akhir.

“Datanya sudah masuk ke kementerian. Sekarang tahap penyetoran rekening. Kalau sebelumnya disampaikan, mungkin masih bisa diperjuangkan,” kata Tadjul mengutip pernyataan Warek III Malhum, Rabu (26/11).

Hingga detik ini, pihak kampus belum memberikan alasan jelas terkait gugurnya dua mahasiswa yang oleh tim survei dinilai sangat layak menerima KIP. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: KMP Mutiara Santosa 2 yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep. @by_News9.id

PERISTIWA

KMP Mutiara Santosa 2 Terbakar, 5 Tewas dan 41 Penumpang Hilang

Minggu, 2 Agu 2026 - 20:36 WIB